Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Wartawan Dikeroyok Lima Preman di DPRD Pekanbaru Ketika Konfirmasi Dana Media 2019
Kamis, 29 Agustus 2019 - 12:26:49 WIB
Bukti laporan penganiayaan yang dialami wartawan di DPRD Pekanbaru (Ari)
TERKAIT:
 
 

SUARAAktual.CO | Pekanbaru - Salah seorang wartawan media online Amponiman Batee mengalami korban pengeroyokan yang dilakukan oleh 5 orang preman di Gedung DPRD Kota Pekanbaru. Atas perbuatan itu, Amponiman melaporkan nasib dialaminya ke SPKT Polresta Pekanbaru, Rabu (28/08/19) kemarin " Saya dikeroyok lima orang, pengeroyokan ini terkait kegiatanya dalam melaksanakan jurnalistik," ucap Amponiman. Dikatakan dia, terkait penganiayaan yang dialaminya ini, dirinya sudah membuat laporan ke Polresta Pekanbaru dengan LP No : STPL/691/VIII/2019/SPKT I RESTA PKU, hari ini Rabu (28/8/2019). Dikatakan dia akar permasalahanya, kejadian itu berawal ketika ingin meminta konfirmasi terkait alokasi dana media di DPRD Kota pekanbaru. "Saya beritahu hal ini berawal pada Senin (26/8/2019) saya sms ibu Rika kapan bisa ada waktu konfirmasi seputar anggaran media 2019," tuturnya. Namun sebut dia, Rika tidak membalas. Selanjutnya pada Selasa (27/8/2019) dirinya mendapat telpon dari Yona yang merupakan staf Rika dan mengatakan Rika ingin ketemu dengan dirinya dan bertanya kapan ada waktu. Pada saat itu ujarnya, dirinya tidak bisa karena ada kegiatan peliputan pelantikan anggota DPRD Kabupaten Pelalawan "Yona via WA kemudian bertanya kapan bisa bertemu dengan buk Rika, lalu saya jawab pada Rabu sekitar pukul 09.00 pagi," jawab dia saat itu. Mendapat balasan itu, Yona menjawab baik pak, Ok, kalau gitu di tunggu besok di kantor yah pak, jam 9. Sehingga pada Rabu (28/8/2019), sekitar pukul 09.00 wib, Ia sampai di ruang kerja Rika, namun Rika tidak diruangan. Yona yang melihat kehadirannya seraya menyuruh duduk diruangan itu, tidak lama kemudian Rika datang "Saat saya sedang melakukan konfirmasi dengan Rika kurang lebih 3 menit, tiba-tiba ada sejumlah orang datang dari belakang saya," ungkap dia. Saat itu bebernya, kelima preman itu memegang bahu bajunya, seraya bertanya " Kamu wartawan apa, jawab saya wartawan riausidik.com, kemudian ramai-ramai mereka mengeroyok saya ditempat itu dihadapan Rika dan Yona serta sejumlah pegawai pada saat itu," katanya. Tidak cukup sampai disitu, diterangkan lagi, para preman ini berjumlah 5 orang, menggiring keluar hingga dilokasi parkir roda dua belakang kantor DRPD kota Pekanbaru. "Disana saya kembali diinterogasi dengan berbagai pukulan, ditinju ditendang. Dengan bertanya siapa dibelakangmu, siapa yang nyuruh kamu, tanya preman itu. Jawab saya tidak ada," terangnya. Kurang lebih 1/2 jam dilokasi perkir itu, para preman ini kembali menggiring poniman kedalam ruangan bu Rika, seraya memaksa saya untuk minta maaf kepada bu Rika. "Usai didalam itu lalu saya dilepas, dengan ancaman oleh preman-preman itu, untuk tidak menggunggu bu Rika lagi," pungkas dia. Sementara itu saat dikonfirmasi suaraaktual.co, (29/8/2019), Badria Rikasari, Eselon IV (Bendahara Sekwan) DPRD Kota Pekanbaru yang kerap disapa rika membantah adanya kejadian pengeroyokan itu. Dia katakan, saat itu sedang berada di luar kota, dan tidak tau soal kejadian tersebut "Gak tau saya, saya sedang diluar kota, sms aja yah" jawab Rika ketika dikonfirmasi awak media sembari memblokir WA wartawan.** Ari Redaktur : Toni Chaniago

Loading...




 
Berita Lainnya :
  • BPBD Pekanbaru Sosialisasi dan Mitigasi Pencegahan Bencana ke Aparatur Kelurahan
  • Kondisi Gedung dan Mobiler SD Negeri Nomor 106842 Taban Memprihatinkan
  • TP-PKK Kabupaten Sergai Gelar Pelatihan UP2K
  • Satresnarkoba Polres Kampar Tangkap Pengedar Shabu di Desa Petapahan Jaya Tapung
  • Diduga Edarkan Shabu Dikampungnya, IRT ini Diamankan Polsek Kampar Kiri Hilir
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved