Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
DPW PSI Jabar Dukung Tindakan Tegas Polri Terhadap Pelaku Teror
Kamis, 01 April 2021 - 22:25:13 WIB
TERKAIT:
 
 

SUARAaktual.co | Indramayu,_ Sehubungan dengan terjadinya tindak terorisme di Mabes Polri pada Rabu sore, 31 Maret 2021, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW-PSI) Jawa Barat, dengan tegas menyatakan berdiri bersama Polri dan segenap jajarannya. PSI mendukung sepenuhnya tindakan tegas-terukur terhadap pelaku serangan tersebut.

Serangan di dalam kompleks Mabes Polri oleh terduga teroris, merupakan sebuah upaya menciptakan atmosphere ketakutan pada masyarakat umum. Pelaku teror ingin menunjukkan bahwa mereka bisa mengancam siapa pun, di mana pun dan kapan pun.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus bahkan mengungkapkan hari Selasa (30/03) bahwa sejumlah terduga teroris yang ditangkap baru-baru ini di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya telah menyiapkan 100 bom yang dapat diledakkan.

Maka dari itu PSI Jawa Barat mengimbau kepada semua pihak, khususnya kepada masyarakat sipil, untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.

"Segera laporkan pada pihak berwajib jika menemukan orang/kegiatan yang tidak biasa di lingkungan sekitar," kata Furqan Ketua DPW PSI Jabar.

Sebagai contoh kasus, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar terdeteksi jejaknya aktif dalam program indoktrinasi di sebuah komplek perumahan di Makassar sebagaimana keterangan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan (30/03).

DPW PSI Jabar juga menyerukan agar seluruh elemen bangsa merapatkan barisan untuk mencegah berkembangnya situasi yang menguntungkan terorisme dalam bentuk apapun.

"Mengingat intoleransi merupakan awal dari setiap tindak terorisme, maka pemerintah harus sedini mungkin menindak tegas sesuai dengan aturan yang ada setiap tindak intoleransi bernuansa SARA. Jika wabah intoleransi dibiarkan merebak, maka akan jadi ladang subur tumbuhnya terorisme," jelas Furqan.

Selanjutnya Furqan berharap, kepada para pendidik di semua jenjang pendidikan turut memberikan edukasi untuk mencegah merebaknya terorisme terutama di kalangan generasi milenial (Y) maupun generasi Z.

"Miris rasanya mengetahui pelaku penyerangan di Mabes Polri adalah pemudi berusia 25 tahun, sebagaimana keterangan Pers Kapolri Rabu malam (31/03). Begitu juga dengan pelaku bom gereja Katedral Makassar yang berusia 26 tahun, kelahiran tahun 1995," ungkap Furqan.

Perlu dilakukannya kerja solidaritas bersama dalam menumpas aksi terorisme di Indonesia. Tentunya dengan segenap elemen masyarakat, aparat dan Pemerintah, guna mencegah paham radikalisme sedini mungkin.
(MH)


Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Soal Ruko Diduga Tanpa IMB di Tangkerang Selatan, Ketua RT: Saya Tak Berhak Menanyakan
  • Rapat Paripurna Pembahasan Awal RPJMD Kabupaten Asahan
  • Kenangan Manis dari Yopi Arianto, Mengantar Indragiri Hulu 5 Kali Raih WTP
  • Solskjaer Akan Sambut Jesse Lingard Bila Kembali ke MU
  • Patroli Giat Asmara Subuh, Sat Lantas Polres Sergai Imbau Agar Membubarkan Diri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved