Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Satpol PP Jadwalkan Pemanggilan Pengembang Perumahan Villa Karya Bakti Housing
Kamis, 01 April 2021 - 18:37:18 WIB
TERKAIT:
 
 

SUARAAKTUAL.CO | PEKANBARU - Berdasarkan pengukuran di lapangan diketahui bahwa selisih Garis Sempadan Bangunan (GSB) dengan jalan di perumahan yang dibangun Villa Karya Bakti Housing, tergolong sedikit.

Namun demikian untuk memastikan sertifikat tanah tersebut, Satpol PP Pekanbaru menjadwalkan pemanggilan pengembang Villa Karya Bakti Housing (VKBH) pada Selasa pekan depan.

Hal itu disampaikan Kasatpol PP Pekanbaru, Iwan Simatupang melalui Kasi Penyidikan Hendri Z saat dikonfirmasi seputar tindaklanjut laporan warga perumahan VKBH Kelurahan Air Hitam, Kamis (1/4/21).

"Saat kita turun kemarin ke lapangan, developer mengaku selisih GSB itu terjadi karena jalan sudah diperbesar oleh mereka sehingga mengambil tanah dia. Cuma pada saat itu sertifikat tanah yang kita ukur itu, masih copyan. Makanya untuk memastikan kita jadwalkan pemanggilan pada Selasa pekan depan", ucapnya.

Hendri menjelaskan, kepastian pemanggilan developer tersebut dilakukan setelah mendapat data Ijin Pelaksanan (IP), sertifikat, dan gambar bangunan (site plan) dari DPMPTSP pada Kamis kemarin. Dan hari itu juga Satpol PP Pekanbaru langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran.

Dari hasil pengukuran sambung Hendri, diketahui bahwa selisih Garis Sempadan Bangunan (GSB) di perumahan Jalan Karya Bakti Ujung itu, tergolong sedikit terutama pada bagian depan dan samping.

"Jadi pada Selasa besok, kita minta pengembang (developer) agar membawa dokumen asli", ucap Hendri.

Ia mengungkapkan, data IP, sertifikat dan gambar bangunan (site plan), diperoleh Satpol PP setelah menyurati DPMPTSP terkait tindaklanjut laporan warga. Sehingga atas dasar tersebut, Satpol PP kemarin sore langsung turun ke lokasi.

Sehari sebelumnya, Kabid Pengaduan Kebijakan dan Pelaporan Layanan DPMPTSP kota Pekanbaru, Quarte Rudianto SH mengatakan, acuan (pedoman) Satpol PP di lapangan untuk bertindak cukup dengan IP saja.

"Sebenarnya acuannya sudah ada di IP. Di IP kan nampak berapa meter Garis Sempadan Bangunan (GSB) muka, depan dengan jalan. Kalau kira-kira tidak sesuai dengan IP, ya tindak. Tidak perlu site plan, dimana posisi kamarnya, dimana posisi septic tanknya, belakangnya seperti apa, sampingnya. Yang terganggu kan didepannya", terang Quarte.**/fin


Loading...




 
Berita Lainnya :
  • MU Lolos ke Semifinal Liga Europa Setelah Pertegas Agregat Atas Granada
  • Tambah Pasokan, Pertamina Pastikan Stok LPG 3 kg di Bandung Raya dan Priangan Timur Aman
  • Liga Europa : MU dan Arsenal Jaga Peluang Ciptakan Final All-English
  • Polsek Tapung Hulu Tangkap 7 Pelaku Judi Ketangkasan Tembak Ikan di Desa Kasikan
  • MK : Peristiwa Hukum Seperti di Sabu Raijua Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved