Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Bahayakah Diet Ketogenik?
Selasa, 16 Maret 2021 - 15:38:39 WIB
TERKAIT:
 
 

SUARAaktual.co | Indramayu,_ Diet menjadi salah satu trend bahkan gaya hidup yang digemari masyarakat belakangan ini. Hal tersebut dikarenakan diet dianggap mampu menurunkan atau mengontrol berat badan dalam waktu yang cukup singkat. Berbagai jenis diet pun populer di kalangan masyarakat, salah satunya yaitu diet ketogenik.

Saat ini diet ketogenik merupakan salah satu metode diet yang sedang hangat diperbincangkan dan menuai pro dan kontra mengenai keamanan dari metode diet tersebut. Pada awalnya diet ketogenik diperkenalkan pada tahun 1920 yang diperuntukkan untuk penderita epilepsi, dimana penderita epilepsi kesulitan untuk mencerna karbohidrat sehingga asupannya perlu dikurangi.

Bagi penderita epilepsi, diet yang pada awalnya diterapkan sebagai terapi bagi pasien epilepsi ini terbukti masih relevan dan dapat menurunkan laju kejadian kejang atau ayan hingga 85%. Namun, lambat laun diet ketogenik justru digunakan sebagai salah satu metode diet karena terbukti dapat menurunkan berat badan 2,2 kali lebih banyak dibandingkan diet rendah kalori dan rendah lemak. 

Menurut Angela Mavridis, ahli gizi holistik dari Los Angeles, diet ketogenik atau diet keto adalah pola makan dengan konsumsi karbohidrat yang sangat rendah, yaitu kurang dari 10% atau kurang dari 50 gram per hari dari konsumsi normal yaitu 50-60%. Karbohidrat yang tidak terpenuhi digantikan dengan konsumsi protein dan lemak. Pembatasan asupan karbohidrat dari diet ketogenik diiringi dengan konsumsi tinggi lemak bertujuan agar tubuh mencapai suatu kondisi yang disebut ketosis.

Sehingga, ketika tubuh kehilangan energi utama yaitu karbohidrat, tubuh akan menggunakan cadangan energi dari senyawa lain yaitu protein dalam jumlah sedang dan lemak dalam jumlah tinggi. Pada kondisi ini tubuh akan membakar lemak dalam tubuh untuk dijadikan sebagai sumber energi utama.

Perlu diketahui, asupan lemak yang harus dikonsumsi pada diet ketogenik juga harus diperhatikan. Asupan lemak yang baik adalah yang mempunyai kandungan High Density Lipoprotein (HDL) tinggi, bukan lemak jenuh. Salah satu contoh lemak yang baik untuk dikonsumsi selama menjalankan diet ketogenik adalah Virgin Coconut Oil (VCO). Beberapa contoh makanan lain yang dapat dikonsumsi adalah daging merah, ikan berlemak (tuna dan salmon), keju, kacang almond, alpukat, tomat, paprika, maupun sayuran hijau lainnya.

Terdapat beberapa dampak positif terkait penurunan berat badan dalam penerapan diet ketogenik diantaranya yaitu menurunnya nafsu makan pada penderita obesitas dan terjadinya peningkatan pemecahan lemak (lipolisis). Bagi penderita diabetes tipe 2, diet ketogenik juga terbukti secara ilmiah dapat membantu mengontrol level HbA1c dalam darah yang terkait dengan jumlah glukosa terikat hemoglobin di dalam darah.

Meski demikian, metode ini memancing berbagai kritik terutama karena efek samping diet ketogenik yang merugikan bagi tubuh karena mengakibatkan adanya perubahan drastis terhadap asupan nutrisi. Pada beberapa hari pertama penerapan diet, tubuh mungkin akan mengalami kelesuan dan kondisi brain fog atau sulit fokus karena otak tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Berikut ialah beberapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh diet ketogenik :

1. Bau mulut
Bau mulut merupakan efek samping diet ketogenik yang paling sering terjadi. Bau mulut disebabkan oleh aseton, zat serupa keton yang adalah produk sampingan dari metabolisme lemak. Aroma aseton (seperti cairan pembersih kutek) mungkin tercium di hari-hari awal menjalani diet ketogenik.

2. Gangguan Pencernaan
Perubahan pola makan biasanya memicu gangguan pencernaan. Pada diet ketogenik, konstipasi merupakan gangguan pencernaan yang paling sering muncul. Hal ini disebabkan oleh tidak cukupnya konsumsi serat dan air putih. Sebagian orang juga mungkin mengalami diare, meskipun terbilang jarang. 

3. Memperburuk Penyakit Ginjal
Diet ketogenik membatasi asupan karbohidrat dan menggantinya dengan protein dan lemak. Diet tinggi protein ini dapat memperberat kerja ginjal yang akhirnya memperburuk kondisi sakit ginjal. Beberapa ahli juga berpendapat diet tinggi protein membuat batu ginjal semakin buruk.

4. Kram
Orang yang sedang menjalani diet ketogenik juga mungkin mengalami kram otot. Penyebabnya adalah kehilangan mineral dan dehidrasi. Saat menjalani diet ketogenik, asupan protein juga meningkat. Pola makan tinggi protein ini berisiko meningkatkan kadar asam urat dan dapat menyebabkan nyeri sendi dan otot.

5. Ketoasidosis
Ketoasidosis diabetik merupakan kondisi berbahaya ketika kadar keton di dalam darah sangat tinggi dan membuat pH darah turun (menjadi asam). Ketoasidosis diabetik dapat mengakibatkan koma, bahkan hingga kematian. 

Dokter spesialis gizi klinik dr. Lukman Halim, Ms, Sp.Gk mengatakan bahwa dalam melakukan diet ketogenik, para peserta diet harus terlebih dulu memeriksakan fungsi ginjal dan paru-paru mereka. Baik orang dengan usia muda ataupun tua, apabila fungsi keduanya masih baik, mereka dapat melakukan diet ketogenik ini.

Kemudian, jika seseorang melakukan diet ketogenik murni (hanya mengkonsumsi lemak) dan tidak mengkonsumsi protein, dalam waktu 4 – 7 hari mereka akan terkena gangguan metabolisme. Hal-hal lain yang harus diperhatikan yaitu efek samping yang dapat terjadi. Diet ketogenik sendiri merupakan diet yang berisiko tinggi apabila tidak diikuti dengan anjuran dokter.

Sehingga, bagi seseorang yang tertarik melakukan diet ini sangat disarankan untuk konsultasi kepada dokter karena metode diet ketogenik belum tentu cocok untuk diterapkan kepada semua orang.  

Penulis Adalah Seorang Mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad), yang sedang mengampuh Program Studi Teknologi Pangan.

Penulis : Ayu Yuniar
Instansi : Universitas Padjadjaran, Program Studi Teknologi Pangan


Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Kajari Indramayu Pimpin Sertijab Kasi Pidum Baru
  • Lagi 5 SKPD Disidak Bupati dan Wakil Bupati Labura
  • Tim SAR Evakuasi Warga Meninggal Tenggelam di Waduk Jatiluhur
  • Dinas Kominfo Kampar Gelar Sertijab Kadis Baru
  • Penerima BPUM UMKM Kecewa Terhadap Pelayanan BRI Sei Rampah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved