Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Kemenhan akan Kembangkan 30 Ribu Ha Kebun Singkong di Kalteng
Minggu, 14 Maret 2021 - 14:52:40 WIB
TERKAIT:
 
 

SUARAAKTUAL.CO | JAKARTA - Sebagai upaya memenuhi program Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mewujudkan cadangan logistik strategis nasional, direncanakan membangun area perkebunan singkong pada 2021 seluas 30 ribu hektare di Kalimantan Tengah (Kalteng).  

“Pertanian adalah masalah kebangsaan. Pangan adalah mutlak. Tak ada yang bisa dikerjakan tanpa pangan," kata Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, seperti dilansir dari laman resmi Kemenhan, Minggu (14/3/2021).

Saat meninjau perkembangan pembangunan kawasan perkebunan singkong di Kalten, Rabu (10/3/2021) lalu, Prabowo menyatakan Kemenhan bertanggung jawab atas pengembangan cadangan pangan singkong di Kalteng.

Pembangunan perkebunan singkong yang terletak di Desa Tewaibaru, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas, Kalteng tersebut merupakan bagian dari program Kemenhan dalam mewujudkan cadangan logistik strategis nasional.

"Ini menjadi bagian dari program food estate yang menjadi amanat Presiden Jokowi dalam pengembangan lumbung pangan nasional," kata Prabowo.

Food estate merupakan pengembangan pusat pangan, yang tidak hanya mengembangkan pusat pertanian padi, tapi juga pusat-pusat pertanian pangan lainnya, seperti singkong, jagung, dan lainnya sesuai dengan kondisi lahan.

Sementara itu Juru bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan alasan Kemenhan mengurus soal singkong tersebut. Menurut Dahnil, yang Kemenhan kerjakan merupakan bagian dari upaya menjamin cadangan logistik strategis yang dapat digunakan sebagai salah satu aspek pertahanan negara.

"Kemenhan dalam hal ini Pak Prabowo perkenalkan istilah cadangan logistik strategis untuk pertahanan negara," ujar Dahnil.

Dahnil menerangkan, yang diurus oleh Kemenham bukanlah pertanian konvensional, melainkan cadangan logistik strategis untuk pertahanan negara. Pengembangan 30.000 hektare untuk tanaman singkong dipilih larena singkong mengandung karbohidrat dan dapat dimodifikasi menjadi bentuk makanan atau bentuk lainnya.

"Kenapa singkong? Karena singkong karbohidrat kemudian dimodifikasi dari pertanian itu banyak, bisa jadi mie, roti, dan lain-lain. Itu diolah kemudian bisa jadi bahan bakar dan sebagainya. Jadi 30.000 hektare itu jadi cadangan logistik strategis," katanya.

Dengan cadangan logistik strategis itu, kata Dahnil, apabila negara dalam kondisi darurat, maka tentara memiliki cadangan logistik yang tidak mengganggu cadangan logistik organik. Cadangan logistik organik dia sebut sebagai cadangan logistik yang dibutuhkan oleh masyarakat umum.**/ril



Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Survei BMKG Ungkap Penyebab Kerusakan Ribuan Rumah di Lumajang Saat Gempa
  • Polisi Tembak Dua Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Medan
  • 4.805 Keluarga di Wilayah Malang Terdampak Gempa Bumi
  • PLN Jabar Siapkan 4.236 Petugas Siaga Ramadhan 2021
  • Pemkab Karawang dan Jasa Marga Perbaiki Akses Gerbang Tol Karawang Timur
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved