Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Teliti Suku Talang Mamak
Rabu, 03 Februari 2021 - 18:38:42 WIB
Suku Talang Mamak
TERKAIT:
 
 

SUARAAKTUAL.CO | INHU - Tim peneliti Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hari ini, Rabu (3/2/2021) tiba di Kabupaten Indragiri hulu (Inhu), Riau, untuk melakukan penelitian terhadap suku minoritas Talang Mamak guna pengembangan dan pelindungan budaya, bahasa dan sastra.

Tim berjumlah 4 orang, yakni Dr Maman S Mahayana dari Universitas Indonesia (UI) dengan lisensi peneliti madya, Drs Puji Santosa MHum, dari badan bahasa, peneliti madya, Drs Suyono, peneliti madya dan Rohim SAg MHum berlisensi peneliti muda.

Dalam rombongan tersebut juga ada H. Dheni Kurnia, wartawan dan sastrawan Riau yang Menulis buku "Mantra Puisi Talang Mamak."

Maman Mahayana kepada wartawan Rabu (3/2/2021) menjelaskan, penelitian terhadap suku Talang Mamak bersumber dari sejumlah buku, termasuk Mantra Puisi Talang Mamak yang ditulis oleh Dheni Kurnia.

"Penelitian ini bertujuan menggali kompleksitas isu-isu ketidakterpenuhinya hak-hak masyarakat yang berkaitan dengan persoalan ketimpangan wilayah, ras, gender, agama, dan politik, sebagaimana tercermin di dalam karya sastra dan bagaimana pengaruhnya dalam perkembangan kesusastraan Indonesia," kata Maman.

Ditambahkannya, beberapa karya sastra dalam berbagai genre, tercipta  dari situasi kemelut demokrasi terutama isu ketidakterpenuhan  hak-hak  warga negara di ranah kesejahteraan ekonomi, pendidikan, perlindungan dari kekerasan, ekspresi budaya dan keyakinan, perlindungan hukum, kesetaraan politik, serta menyampaikan opini.

"Karya sastralah yang dapat memberi gambaran secara mendetail tentang problem tersebut. Karena misalnya, ketidaksetaraan adalah prosa dan puisi yang dianggap sebagai cermin atau potret masyarakat, mimetik, dan hasil karyanya menuju ke pragmatik," jelas Maman.

Sedang menurut Rohim, berdasarkan informasi yang dikumpulkan, di Inhu terdapat beberapa suku minoritas di antaranya Suku Talang Mamak. Dan mereka datang untuk meneliti langsung di lapangan.

"Kami datang ke Rakit Kulim untuk mendapatkan informasi langsung, tidak dari pihak kedua," sebutnya.

Pengambilan data lapangan ini, sambungnya, untuk penelitian hak kewarganegaraan dan budaya demokrasi masyarakat minoritas dalam karya sastra.

Maman menyatakan, awalnya mereka mengetahui suku Talang Mamak di Inhu dari sejumlah referensi dan buku mantra puisi Dheni Kurnia, yang terpilih sebagai Buku Terbaik HPI (Hari Puisi Indonesia) tahun 2018.

"Dari sini ada keinginan menggali bagaimana sebetulnya tentang kehidupan Talang Mamak di Inhu," kata Maman.

Sejauh ini, jelas Maman, mereka sudah meneliti suku minoritas Samin di Bojonegoro yang sudah diakui cara hidup dan kebudayaannya. Bahkan tahun 2019 suku Samin diakui UNESCO adat dan kebudayaannya. Begitu juga Suku Badui di Serang.

"Kebudayaan dan tanah ulayat mereka diakui oleh pemerintah. Sedang Suku Naga, yang menyebut sebagai sebagai keturunan Prabu Siliwangi, sudah ditetapkan wilayah mereka sebagai cagar budaya," kata Maman.

Baik Maman maupun Rohim menjelaskan, penelitian yang dimaksud oleh tim Badan Bahasa Kemendikbud ini, diharapkan akan menghasilkan peta dan konsep hak kewarganegaraan serta budaya demokrasi pada masyarakat minoritas Talang Mamak.***/ril



Loading...




 
Berita Lainnya :
  • PKS Pelalawan Gandeng PWI Taja Dialog Kedaerahan, Banyak Pertanyaan Krusial Muncul
  • Danau Baru Muncul di Kupang Usai Badai Seroja
  • Menkes : Enam Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Tahap ke-8 Tiba di Indonesia
  • Jasa Marga Perbaiki Tiga Titik di Jalan Tol Jakarta - Cikampek
  • Untuk Kenyamanan Masyarakat Selama Ramadhan, Polres Kampar Sampaikan Beberapa Tips Aman
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved