Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
OPEC+ Tunda Keputusan Tentang Produksi, Harga Minyak Jatuh
Selasa, 05 Januari 2021 - 07:28:18 WIB
TERKAIT:
 
 

SUARAAKTUAL.CO | JAKARTA - Setelah OPEC+ gagal memutuskan tentang apakah akan meningkatkan produksi pada Februari dan sepakat untuk bertemu kembali pada Selasa waktu setempat, harga minyak dunia jatuh lagi lebih dari satu persen di hari pertama perdagangan tahun ini atau Selasa pagi WIB.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret terpangkas 71 sen atau 1,4 persen, menjadi menetap di 51,09 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Februari merosot 90 sen atau 1,9 persen, menjadi ditutup pada 47,62 dolar AS per barel.

Di awal sesi, WTI mencapai level tertinggi sejak Februari dan Brent tertinggi sejak Maret. Premi Brent atas WTI mencapai tertinggi sejak Mei. Indeks S&P 500 dan Dow juga turun dari level terendah, ketika Presiden Donald Trump melakukan perjalanan ke Georgia dalam upaya untuk menjaga Senat AS di tangan Partai Republiknya, menjelang pemilihan putaran kedua di negara bagian medan pertempuran itu.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, akan melanjutkan pembicaraan pada Selasa waktu setempat, setelah mencapai kebuntuan atas tingkat produksi minyak Februari saat Arab Saudi menentang pemompaan lebih banyak karena penguncian baru virus corona, sementara Rusia memimpin seruan untuk produksi yang lebih tinggi dengan alasan pulihnya permintaan.

“Apa pun bisa terjadi, tetapi Rusia mungkin tidak ingin kehilangan muka dan menyerah begitu saja. Sepertinya kami mungkin akan menjalani negosiasi yang panjang,” kata Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak di Rystad Energy, dilansir dari Antara.

Dalam pertemuan terakhir mereka, OPEC+ setuju untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 500.000 barel per hari mulai Januari dan mengatakan mereka akan bertemu setiap bulan, mulai Januari, untuk memutuskan penyesuaian produksi lebih lanjut untuk bulan berikutnya.

Pandemi Covid-19 telah merusak pasar minyak mentah pada 2020. Selama setahun terakhir, patokan AS merosot 20,5 persen, sementara minyak mentah Brent anjlok 21,5 persen***


Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Survei BMKG Ungkap Penyebab Kerusakan Ribuan Rumah di Lumajang Saat Gempa
  • Polisi Tembak Dua Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Medan
  • 4.805 Keluarga di Wilayah Malang Terdampak Gempa Bumi
  • PLN Jabar Siapkan 4.236 Petugas Siaga Ramadhan 2021
  • Pemkab Karawang dan Jasa Marga Perbaiki Akses Gerbang Tol Karawang Timur
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved