Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Seiring Naiknya Kasus Corona, Rupiah Anjlok ke Rp14.155 per Dolar AS
Kamis, 19 November 2020 - 16:43:31 WIB
TERKAIT:
 
 

SUARAAKTUAL.CO | JAKARTA - Seiring peningkatan jumlah kasus positif corona atau covid-19 dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah anjlok dan berada di posisi Rp14.155 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis (19/11/2020) sore.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.167 per dolar AS atau melemah dari Rp14.118 per dolar AS pada Rabu kemarin. Kendati begitu, bukan hanya rupiah tak sendiri karena hampir seluruh mata uang Asia juga 'keok' dari dolar AS.

Hanya dolar Hong Kong yang menguat 0,01 persen dari mata uang Negeri Paman Sam. Won Korea Selatan melemah 1,02 persen, yuan China minus 0,36 persen, baht Thailand minus 0,33 persen, dolar Singapura minus 0,29 persen. Kemudian, ringgit Malaysia minus 0,22 persen, peso Filipina minus 0,17 persen, rupee India minus 0,12 persen, dan yen Jepang minus 0,1 persen.

Begitu juga dengan mata uang utama negara maju, semuanya kompak berada di zona merah. Rubel Rusia melemah 0,51 persen, poundsterling Inggris minus 0,37 persen, dolar Australia minus 0,34 persen, dolar Kanada minus 0,2 persen, euro Eropa minus 0,13 persen, dan franc Swiss minus 0,11 persen.

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, dilansir dari CNNIndonesia.com, melihat nilai tukar rupiah berbalik lemas karena peningkatan jumlah kasus positif corona atau covid-19 dalam beberapa waktu terakhir. Khususnya di negara-negara kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

"Terjadi peningkatan kasus yang tidak terlihat sejak gelombang pertama, yang menyebabkan penguncian skala besar pada aktivitas publik, dan karenanya aktivitas ekonomi sangat melemah," ungkap Ibrahim.

Tak hanya di Eropa dan AS, Australia juga memberlakukan penguncian wilayah (lockdown). Hal ini langsung membayangi data ketenagakerjaan Negeri Kanguru dan menurunkan prospek pemulihan.

Di sisi lain, mata uang dunia juga terimbas dari negosiasi Inggris dan Uni Eropa yang sudah mulai kehabisan waktu. Pembicaraan tampak menemui jalan buntu.***


Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Ahli Pidana Sebut Perkara Sekretaris NU Inhu Tidak Memenuhi Unsur Pelanggaran Pilkada
  • HUT PGRI ke-75, Bambang Motivasi Guru Untuk Tidak Menyerah Terhadap Covid-19
  • Pengamat: Potensi Desa di Kota Padangsidimpuan Harus Fokus Pengembangan Ekonomi
  • Bamsoet Ingatkan Bahaya Informasi Hoax Covid-19 Saat Melantik Pengurus JMSI Pusat
  • Dalam Rangka Hari Guru ke 75, SMPN 4 Tambang Laksanakan Gotong Royong
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2020 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved