Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Belajar di Masa Pandemi Covid 19 Tuntut Tenaga Pengajar SMPN 1 Salo Laksanakan Sistem 'Jemput Bola'
Kamis, 12 November 2020 - 08:00:35 WIB
Istimewa
TERKAIT:
 
 

Suaraaktual.CO | Kampar - Kegiatan belajar mengajar tatap muka belum dilakukan di sekolah-sekolah di Kabupaten Kampar, Riau, gara-gara pandemi Corona (COVID-19).

Hal ini membuat para guru harus melakukan usaha ekstra agar para siswanya tetap bisa belajar walau tak punya ponsel untuk belajar secara daring.

Guna anak-anak siswa tetap terus belajar, peran guru memang betul-betul dituntut salah satunya berjuang ekstra mendatangi satu per satu rumah siswanya yang tak punya ponsel. Hal ini telah dilakukan oleh pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Salo.

," Kita tidak bisa memaksakan orangtua untuk harus memiliki handphone android, hal ini mengingat ekonomi saat ini kian susah. Untuk itu kami pihak sekolah yang harus kerja ekstra dengan sistem jemput bola," kata Kepala Sekolah SMPN 1 Salo, Mahyuddin, SPd, Kamis tadi.

"Ada 30 sampai 40 persen persentase dari total siswa yang ada parasiswa tidak memiliki handphone android di sekolah kita ini. Dan untuk itu, masing-masing guru bidang study lah yang berperan aktif mendatangi rumah siswa itu untuk pemberian tugas," ucapnya.

Sambungnya, siswa yang harus mereka datangi ke rumahnya lantaran ada yang tidak memiliki handphone, lalu keterbatasan sinyal maupun kesulitan membeli kuota.

," Kami harus menjangkau rumah-rumah mereka semuanya agar tidak ada yang ketinggalan mata pelajaran," kata Mahyuddin.

Dia mengatakan sistem belajar dengan mendatangi rumah-rumah siswa harus dilaksanakan agar target pembelajaran tercapai.

Mahyuddin menekankan, bahwa pendidikan merupakan hak semua orang, sehingga tak ada alasan bagi para siswanya tak kebagian ilmu hanya gara-gara tak punya gawai.

"Prinsip saya adalah bahwa pendidikan itu untuk semua, jangan ada yang ketinggalan, tidak masalah jika harus menempuh perjalanan dengan cara mengunjungi rumah-rumah siswa yang tidak memiliki handphone.

," Yang terpenting tugas kami sebagai tenaga pengajar atau guru untuk memastikan siswa mendapatkan pembelajaran terpenuhi secara maksimal," beber Mahyuddin.

"Hati ini bahagia kalau bisa membantu siswa, apalagi yang memiliki keterbatasan ekonomi. Selain ini bahwa tanggungjawab ini juga suatu ladang amal, bahwa kita tidak lengah walau saat ini masih masa pandemi Covid 19," tutur dianya.

Dia berharap pandemi Corona segera bisa diatasi. Mahyuddin juga berharap sekolah bisa segera dibuka seperti sebelum Corona menyerang.

," Kita juga sudah sangat rindu belajar tatap muka, semoga wabah ini berlalu. Dan kita bisa belajar kembali seperti sedia kala," ucapnya.

Meski demikian, bagaimanapun Mahyuddin menegaskan, meski sistem jemput bola guru-guru maupun siswa harus menggunakan masker, APD dan juga selalu cuci tangan.

," Kita masih menekan kepada guru maupun siswa yang bertatap muka tidak berkumpul, jaga jarak dan menggunakan alat pelindung diri dan masker," pungkas Mahyuddin.***

 Redaktur : Toni Chaniago SH


Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Gandeng PWI, Dialog Kedaerahan Ditaja PKS Pelalawan Banjir Pertanyaan Krusial
  • PKS Pelalawan Gandeng PWI Taja Dialog Kedaerahan, Banyak Pertanyaan Krusial Muncul
  • Danau Baru Muncul di Kupang Usai Badai Seroja
  • Menkes : Enam Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Tahap ke-8 Tiba di Indonesia
  • Jasa Marga Perbaiki Tiga Titik di Jalan Tol Jakarta - Cikampek
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved