Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Ini Untung dan Rugi bagi Indonesia atas Kemenangan Biden
Senin, 09 November 2020 - 13:02:12 WIB
Presiden terpilih AS, Joe Biden, didampingi wakilnya Kamala Harris.
TERKAIT:
 
 

SUARAAKTUAL.CO | JAKARTA - Setelah mengalahkan padangan Donald Trump dan Mike Pence, kini Joe Biden tampil sebagai presiden terpilih Amerika Serikat (AS) dengan Kamala Harris sebagai wakilnya. Ekonom Senior Faisal Basri berpendapat presiden AS itu akan memberikan dampak kepada ekonomi Indonesia.

Indonesia, kata Faisal, tidak akan lebih diuntungkan dengan kemenangan Biden. Alasannya karena Joe Biden memiliki kebijakan fiskal yang berlawanan dengan Trump. Selain itu, Partai Demokrat yang mengusung Biden dikenal memiliki persyaratan yang lebih sulit dalam hubungan bisnis bilateral.  

Biden dan Partai Demokrat sudah sejak masa kampanye berencana memasukkan pertimbangan isu kemanusiaan dan energi baru terbarukan dalam kebijakan bisnisnya. Hal ini berbeda dengan Trump, yang selama menjabat sebagai presiden AS periode sebelumnya memiliki ketentuan bisnis yang lebih mudah, menguntungkan, serta tidak terlalu peduli dengan isu kemanusiaan atau energi terbarukan.  

Walau begitu, Faisal mengaku tidak mau mengatakan bahwa jika Trump dan partai pengusungnya, Republik, yang menang akan lebih menguntungkan Indonesia.

"Saya tidak suka jawabannya kalau Trump lebih menguntungkan untuk Indonesia. Partai Republik kerjanya stimulus, cetak uang sehingga dolar AS merosot dan rupiah menguat tanpa usaha," kata Faisal dalam diskusi online beberapa waktu lalu, dikutip Senin (9/11/2020) dari CNN Indonesia.

Faisal mengatakan, Partai Demokrat yang terlalu hati-hati dalam menahan defisit fiskal bisa berdampak ke Indonesia. AS berpotensi lebih sedikit memberikan stimulus dan cetak uang. Dengan demikian, dolar AS akan menguat dan rupiah merosot.

Sementara itu di sisi lain, Direktur Riset Center of Reform on Economics atau CORE Indonesia Pieter Abdullah menilai kemenangan Biden akan mengurangi ketidakpastian ekonomi global yang terjadi selama Trump memimpin. Hal ini tidak hanya menguntungkan Indonesia tapi juga sejumlah negara lain.

Pieter juga menambahkan, perang dagang antara AS dan China juga bisa diperbaiki di bawah pemerintahan Biden. Ini akan membuat sektor perdagangan global diprediksi semakin positif ke depannya.

Sebagaimana diketahui, hubungan dagang AS dan China memanas sejak 2018 lalu. Perang dagang antara kedua negara dimulai pada 8 Maret 2018 karena Trump melakukan proteksionisme dagang dengan mengenakan tarif 25 persen pada impor baja dan 10 persen pada aluminium dari sejumlah negara, termasuk China.**


Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Perburuan Empat Besar Everton dan Tottenham Terganjal
  • Imbang 0-0 Lawan Hoffenheim, Leipzig Membuang Peluang Pepet Bayern
  • Solskjaer Yakin MU Sedikit Lagi Masuk Tim Terbaik Eropa
  • Beberapa Provinsi Diminta Siaga Hadapi Dampak Siklon Surigae
  • Deklarasi Tolak Narkoba Menuju Sumut Bersinar di Polresta Deli Serdang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved