Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Garuda Indonesia Dihantui Utang dan Rugi Rp15 T karena Pandemi
Sabtu, 07 November 2020 - 20:54:59 WIB
TERKAIT:
 
  • Erick Thohir: Dirut Garuda yang Baru Akan Jadi Sesuatu yang Menarik
  •  

    SUARAAKTUAL.CO | JAKARTA - Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan sebagai akibat dari pandemi Covid-19, PT Garuda Indonesia harus menelan kerugian sebesar US$1,07 miliar atau setara Rp15,21 triliun pada kuartal III 2020 kemarin.

    Fuad mengungkapkan, angka kerugian itu berbanding terbalik dengan capaian periode sama di tahun sebelumnya dimana Garuda Indonesia menerima laba bersih US$122,42 juta.

    "Masalah ini disebabkan anjloknya pendapatan dari penerbangan berjadwal. Padahal, itu menjadi sumber utama pendapatan perseroan," kata Fuad.

    Dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (7/11/2020) Fuad juga menambahkan karena adanya kebijakan pembatasan pergerakan di sejumlah wilayah domestik serta pemberlakuan kebijakan karantina di beberapa negara yang menyebabkan perseroan harus melakukan penyesuaian produksi.

    Menurut data, secara total pendapatan Garuda Indonesia mencapai US$1,13 miliar per September 2020 atau Rp16,98 triliun, turun dari US$3,54 miliar pada kuartal sama di tahun 2019. Kontribusi pendapatan dari penerbangan berjadwal pada kuartal III/2020 sendiri tercatat sebesar US$917,28 juta atau Rp13,69 triliun. Angka tersebut jauh di bawah perolehan kuartal sama 2019 yang sebesar US$2,79 miliar.

    Sementara penerimaan perusahaan dari sektor penerbangan tidak berjadwal hanya mampu menyentuh US$46,92 juta, anjlok dibandingkan Raihan kuartal III/2019 senilai US$249,91 juta.

    "Guna mengkompensasi penurunan pendapatan dari penumpang, perseroan mengoptimalkan penerbangan charter untuk mengangkut kargo selama masa pandemi sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga terdapat peningkatan pendapatan dari charter," tambah Fuad.

    Selanjutnya utang per akhir September maskapai pelat merah tersebut tercatat memiliki sebesar US$10,36 miliar, meroket 177,74 persen dibandingkan catatan kuartal III 2019 yang masih di posisi US$3,73 miliar. Ini terdiri dari liabilitas jangka panjang senilai US$5,65 miliar dan jangka pendek senilai US$4,69 miliar.**


    Loading...




     
    Berita Lainnya :
  • Survei BMKG Ungkap Penyebab Kerusakan Ribuan Rumah di Lumajang Saat Gempa
  • Polisi Tembak Dua Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Medan
  • 4.805 Keluarga di Wilayah Malang Terdampak Gempa Bumi
  • PLN Jabar Siapkan 4.236 Petugas Siaga Ramadhan 2021
  • Pemkab Karawang dan Jasa Marga Perbaiki Akses Gerbang Tol Karawang Timur
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved