Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Duka Pekerja PETI Saat Pandemi: Kami Butuh Makan Tunjukan Kami Cara Urus Izin
Kamis, 10 September 2020 - 21:48:43 WIB
TERKAIT:
 
 

SUARAAKTUAL.CO | KUANSING - Kegiatan tambang emas ilegal atau PETI di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menjadi polemik bagi para pelakunya. Pada satu sisi mereka melanggar aturan tapi pada sisi lain mereka butuh makan.


Sumber nafkah mereka adalah kegiatan ilegal tersebut, yang sudah dilakukan turun temurun. Main kucing-kucingan dengan aparat, bertarung dengan maut dan hukuman yang menanti, terpaksa mereka lakukan.


"Kami tak punya pekerjaan lain. Saat pandemi Covid-19 ini kesusahan kami makin menjadi. Kami butuh makan, terpaksa kegiatan tambang emas ini kami lakukan," kata seorang warga yang namanya tak mau disebutkan.


Dia mengakui bahwa memang masyarakat tak ada izin melakukan tambang emas ilegal tersebut. Tetapi bukan karena mereka tidak mau mengurus izin, tetapi mereka tidak mengetahui bagaimana cara mengurus izin tersebut.


"Memang kami pegiat PETI mengakui izin tak ada, tetapi seharusnya pemerintah menunjukan kepada kami dimana dan sama siapa kami mengurus izin. Kami sebenarnya tidak mau bekerja tanpa aturan atau tanpa izin , tapi kami butuh uang untuk kehidupan keluarga kami," katanya.


Warga ini juga mengatakan bahwa mereka tidak sembarangan melakukan kegiatan tersebut, karena mereka menambang di atas kebun milik mereka sendiri, karena lahan karet mereka mereka sudah tidak bisa menghasilkan lagi.


"Harga karet atau getah sangat merosot, tidak bisa menutupi kebutuhan anak istri atau keluaga kami," katanya.


Warga ini juga mengatakan bahwa
setelah melakukan penggalian mereka juga merantakan tanahnya lagi. Karena itu mereka berharap kepada pemerintah, jika kegiatan mereka dilarang dan diberantas, berikan mereka solusinya.


"Carikan kami solusi agar kami bisa menafkahi anak istri kami, jangan pemerintah hanya bertindak tetapi solusi tak ada untuk makan kami," lanjutnya.


Masyarakat berharap pemerintah segera mencarikan jalan keluar untuk mereka. Apalagi saat ini, saat pandemi, lapangan pekerjaan lain sangat sulit.


"Bila solusi dari pihak pemerintah tidak ada tentu pengangguran bertambah banyak, karena lapangan pekerjaan lain tak ada," tutupnya.***


Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Hidupkan Pasar Mambo, Jalan Ahmad Yani Akan Kembali 2 Arah
  • Baznas Indramayu Salurkan Rp 1,4 Miliar Untuk Pendidikan Indramayu
  • Pelalawan Tambah 10 Pasien Terkonfirmasi Covid - 19 Total 365 Kasus
  • Terapkan Protokol Kesehatan MTQ Pelalawan Tetap Digelar Saat Pandemi Covid-19
  • Enam Orang ABK Diperiksa Tarkait Penemuan Mayat Dalam Peti Pendingin Kapal Penangkap Ikan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2020 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved