Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Ditolak Banyak Negara, Puluhan Pengungsi Rohingya Meninggal di Laut
Rabu, 09 September 2020 - 08:54:47 WIB
TERKAIT:
 
 

SUARAAKTUAL.CO | JENEWA - Puluhan pengungsi Rohingya meninggal di Laut Andaman setelah lebih dari 200 hari terombang ambing di laut. Menurut, Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mereka hampir ditolak menepi di banyak negara.

"Karena keengganan banyak negara untuk menerima mereka," kata UNHCR dilansir dari Saudi Gazette pada Selasa (8/9/2020) malam. 

Menurut UNHCR, dilansir dari republika, para pengungsi Rohingya berjumlah sekitar 330 orang berangkat dalam perjalanan di Cox's Bazar, di Bangladesh selatan, pada Februari lalu. Setelah berbulan-bulan di laut dengan keputusasaan akhirnya mendarat di Pantai Utara Aceh, Indonesia.  

Saat itu, sekitar 300 orang yang masih hidup sedangkan 30 orang meninggal dunia di laut.

"Cobaan berbahaya mereka telah diperpanjang oleh keengganan kolektif negara untuk bertindak selama lebih dari enam bulan," ujar Direktur UNHCR untuk Asia dan Pasifik, Indrika Ratwatte. 

Badan PBB mencatat bahwa, Proses Bali yang dibuat negara-negara di kawasan untuk mencegah terjadinya tragedi tersebut gagal menyelamatkan nyawa melalui penyelamatan dan pendaratan.

Dia menambahkan, kelompok pengungsi telah berulang kali mencoba turun selama perjalanan, tetapi tidak berhasil.

"Pengungsi telah melaporkan bahwa puluhan orang meninggal sepanjang perjalanan. UNHCR dan lainnya telah berulang kali memperingatkan konsekuensi yang mengerikan jika pengungsi di laut tidak diizinkan untuk mendarat dengan cara yang aman dan bijaksana. Pada akhirnya, kelambanan selama enam bulan terakhir ini berakibat fatal bagi mereka," kata Ratwatte. 

Staf UNHCR di Aceh mendukung pemerintah daerah untuk menilai kebutuhan para pengungsi. Prioritas langsungnya adalah menyediakan pertolongan pertama dan perawatan medis sesuai kebutuhan.  

Selain itu, semua akan dilakukan tes Covid-19 terlebih dahulu sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan di Indonesia untuk semua kedatangan. Di antara mereka yang diselamatkan, dua pertiganya adalah wanita dan anak-anak.***




Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Tidak Ada Larangan Pesta di kota Padangsidimpuan
  • Gugus Tugas P.Sidimpuan Diminta Pantau Pejabat Usai Perjalanan Dari Jakarta
  • Video Ultah Bacabup Bersama Ketua KPU Indramayu Masih Dalam Kajian Bawaslu
  • Satu Kasus Covid 19 Muncul di Desa Balam Jaya, Aparat Desa Lakukan Penyemprotan Disinfektan
  • Tarik Dana APBN, KDI Prioritaskan Program Rencana Kerja
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2020 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved