Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Mimpi Sederhana Rezita, Merajut Kebersamaan Menuai Kesejahteraan
Jumat, 10 Juli 2020 - 09:14:34 WIB
TERKAIT:
 
 

SUARAAKTUAL.CO | INHU - Perempuan muda bersahaja ini tak muluk-muluk dan impiannya juga sederhana, sesederhana penampilannya, bagaimana dia bisa membantu dan mendampingi kaum perempuan, kaum ibu, agar memanfaatkan apa yang bisa, apa yang ada, untuk meningkatkan taraf hidup keluarga.

Rezita, begitu dia disapa, percaya bahwa dengan meningkatnya taraf hidup keluarga mimpi besar mensejahterakan masyarakat tentu bisa terlaksana. Tetapi impian sederhana itu tak mudah untuk dicapai, butuh kerja keras, tekad, kekuatan lahir batin dan juga perhatian dan pendampingan.

Mimpi sederhana itu akan menghasilkan sebuah hal yang luar biasa, jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh, yakni masyarakat Inhu yang semakin sejahtera. Karena itu Rezita berupaya untuk selalu turun ke bawah, ke desa, merajut kebersamaan, menyatukan tekad dan keinginan, berbuat dan melaksanakan kegiatan.

Bagi Rezita Meylani Yopi, memang sudah menjadi tugasnya sebagai Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Indragiri Hulu (Inhu) untuk meningkatkan taraf hidup warga, khususnya dengan menggerakkan kaum wanita. Tetapi tugas tersebut tidak akan terlaksana jika hanya sekedar menjalankan kewajiban saja, bukan kesungguhan dan kedalaman niat dalam sanubari.

"Kaum perempuan, kaum ibu, mampu menjadi penggerak peningkatan ekonomi masyarakat, jika mereka mau. Bukan hanya menerima apa yang dibawa suami pulang, tetapi juga berusaha dengan memanfaatkan apa yang ada, mulai dari pekarangan untuk pertanian hingga industri kecil yang bernilai ekonomi tinggi," ujar Rezita.

Rezita tak bosan dan tak pula lelah, meski harus masuk desa ke luar desa, memberikan motivasi agar kaum perempuan juga bergerak maju. Bersama PKK di seluruh lini, Rezita merajut kebersamaan, bukan hanya mengimbau saja tetapi ikut serta terjun dan memberi contoh, bagaimana memanfaatkan waktu untuk sebuah karya yang menghasilkan secara ekonomi.

Seperti saat melakukan kunjungan kerja ke kecamatan Batang Peranap pada Rabu (8/7/2020), Rezita juga mendatangi beberapa desa. Bahkan karena tidak semua jalan bisa dilalui kendaraan roda empat, Rezita tak sungkan naik dan dibonceng pakai sepeda motor.

Kunjungan ke desa ini dalam rangka menggalakkan salah satu progrtam TP PKK, yakni menanami pekarangan rumah dengan tanaman obat keluarga (Toga).

"Jika pekarangan rumah kita tanami dengan tanaman obat, seperti rimpang, tentu ada nilai ekonomisnya. Bukan cuma bisa untuk sajian minuman keluarga, jika hasilnya banyak juga bisa dijual dan menghasilkan uang," kata Rezita.

Saat dihadiahi buah nanas yang merupakan hasil panen warga Desa Pesajian, Rezita menyarankan agar buah nanas yang sangat besar tersebut diolah menjadi keripik atau selai agar menambah nilai jual sehingga meningkatkan pendapatan ekonomi warga. Dengan demikian nilai ekonomis buah nanas juga tinggi.

"Menjual nanas dan keripik nanas atau selai tentu nilainya berbeda. Keripik dan selai bisa dipasarkan di daerah yang lebih luas, bukan hanya Inhu dan Riau saja, juga se Indonesia," kata Rezita, yang juga berjanji akan membantu bagaimana mewujudkan buah nanas menjadi industri rumah tangga.

Rezita merasa senang dan bahagia ketika datang kembali ke sebuah desa yang telah dibina untuk memanfaatkan pekarangan, baik pekarangan rumah atau pekarangan desa untuk tanaman bermanfaat, ternyata hasilnya luar biasa dan dia ikut panen bersama kaum ibu di desa tersebut, saat dia datang kembali pada waktu yang berbeda.

Seperti dilakukan di desa Teluk Sungkai Kuala Cenaku beberapa hari lalu. Kedatangannya kali ini bukan lagi memotivasi dan ikut serta menanam, tetapi memetik buah cabe dan sayuran lainnya, karena memang pekarangan desa dijadikan sebagai ladang cabe masyarakat yang hasilnya bisa dinikmati masyarakat.

Kemudian Rezita juga memotivasi kaum ibu dan masyarakat di Desa Kerubung Jaya dengan membuat kolam ember, yaitu ember yang berisi ikan dan diatasnya ditanami kangkung. Artinya, ikannya bisa menjadi sumber protein dan cukup untuk kebutuhan keluarga dan sayurannya bisa pula memenuhi kebutuhan serat dan gizi masyarakat.

"Ini kan menghemat, bahkan jika hasilnya lebih juga bisa dijual. Artinya, jadi sumber pendapatan keluarga juga," ujar Rezita.

Rezita ingin rumah tangga, sebagai unit terkecil dalam masyarakat, memiliki ketahanan pangan. Ini bisa dicapai dengan kerjasama semua pihak, suami, istri dan anak-anak, bekerja dan berkarya. Kemudian perangkat desa dan PKK melakukan pendampingan, agar hasilnya maksimal.

"Pangan menjadi hal penting, jika pangan sudah tercukupi tentu masyarakat juga nyaman, kemudian berusaha untuk yang lebih besar lagi, karena papan dan pendidikan juga perlu dicapai," ujar Rezita.

Karena itu inovasi tak henti dilakukan PKK hingga ke desa-desa, di bawah sang motivator Rezita Meylani Yopi. Bukan karena dia istri Bupati Inhu saja, tetapi memang karena hatinya ingin melihat masyarakat Inhu sejahtera dan generasi muda mendapatkan pendidikan yang bagus.

"Hanya dengan Sumber Daya Manusia (SDM) handal kita bisa merobah keadaan. Meski pun usai pendidikan dia kembali ke desa, bertani misalnya, tetapi tentu hasilnya akan berbeda dengan bertani ala orang tuanya, karena dia sudah ada ilmu," kata rezita suatu waktu.

Karena itu Rezita juga menyarankan agar perangkat desa mendatangi dan berdialog dengan Pemerintah Kabupaten Inhu. Tujuannya, selain pemerintah mengetahui apa potensi yang ada di desa, tentunya juga Pemkab Inhu bisa membantu pengembangan potensi-potensi di desa tersebut, sehingga menjadi bernilai dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.**/diamanda

Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Polsek Bangkinang Kota Amankan Seorang Pelaku Judi Togel di SP-V Desa Bukit Sembilan
  • Jelang Pilkada, Limnas Gunung Toar Diberi Pemahaman
  • Kemensos Salurkan Bansos Rp2,6 Miliar Untuk Warga Terdampak Pandemi di Malang
  • LSM LIRA Siap Memenangkan Paslon Aman dan Ramah PILKADA 2020
  • Pengiriman Ratusan Burung Berkicau Tanpa Dokumen ke Surabaya Digagalkan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2020 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved