Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Rumah Pegawai PLN yang Hancur Tertimpa Jet Hawk akan Diperbaiki TNI AU
Selasa, 16 Juni 2020 - 12:01:43 WIB

TERKAIT:
 
 

SUARAAKTUAL.CO | KAMPAR - Abun Abdullah bersyukur meski rumahnya di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, hancur tertimpa pesawat tempur milik TNI AU BAE Hawk 209. Pegawai PLN itu bersyukur karena dia dan keluarga tidak ikut tertimpa pesawat yang jatuh tersebut.

“Saya bayangkan kalau saya dan keluarga ada di tempat, ya Allah mungkin sudah almarhum,” kata Abun Abdullah.

Abun mengatakan bahwa rumah itu dia tempati sejak 2011 dan juga rumah satu-satunya. Kini, Abun bertugas di Rengat, sehingga bersama istri dan tiga anak hanya pulang ke rumah tersebut pada Sabtu dan Ahad atau hari libur.

“Dan kebetulan Ahad ini kami tidak berangkat. Alhamdulillah, itulah yang saya syukuri itu. Saya sekeluarga lagi tidak di situ,” kata Abun.

Abun belum bisa memastikan berapa kerugian yang harus ia tanggung. Abun menjelaskan rumah tersebut awalnya tipe 36. Kemudian dia renovasi menjadi dua lantai.

Sementara itu Kepala Penerangan Lanud Roesmin Nurjadin Letkol Zukri mengatakan bahwa TNI AU akan bertanggungjawab serta mengganti kerusakan rumah warga akibat insiden nahas itu.

"Jelas kita akan ganti kerugian," ujarnya, seperti dilansir dari Antara.

Mulai Diperbaiki
Sementara itu Prajurit TNI Angkatan Udara mulai memperbaiki salah satu rumah warga yang rusak akibat insiden jatuhnya jet tempur Hawk 209 TT tersebut. Rumah yang diperbaiki pada Selasa(16/6/2020) adalah atap rumah milik warga bernama Lina. Rumah Lina menjadi salah satu dari tiga rumah yang rusak akibat insiden jatuhnya Hawk 209 TT pada Senin (15/6/2020) pagi.

Rumah Lina dan suaminya Dede itu hanya mengalami kerusakan minor akibat tertimpa kursi pelontar pilot. Rumah itu berada sekitar 500 meter dari lokasi persis jatuhnya pesawat. Sementara, rumah yang tertimpa langsung pesawat tempur berusia 30 tahun itu mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum tampak dilakukan perbaikan.

Lokasi jatuhnya pesawat masih dijaga ketat aparat TNI. Bangkai pesawat pun masih dibungkus terpal biru. Petugas juga memperluas jarak aman dengan memasang garis polisi di sekitar lokasi.

Sebelumnya jet tempur buatan tahun 1990 dan hingga saat ini telah menghabiskan 3.100 jam terbang itu jatuh usai melaksanakan latihan tempur di Siabu, Kampar, pada Senin sekitar pukul 08.00 WIB. Pesawat jatuh saat akan mendarat dengan ketinggian 500 kaki dan 2 kilometer dari ujung landasan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Pilot berhasil keluar dari badan pesawat dengan menggunakan kursi pelontar.

TNI AU tengah melakukan investigasi akibat insiden tersebut. Investigasi akan berlangsung dua pekan. Kasau mengatakan dugaan awal pesawat itu kehilangan daya mesin sesaat sebelum jatuh.***

Loading...




 
Berita Lainnya :
  • Lima Penumpang Kapal Cepat Yang Hilang Ditemukan Selamat
  • Perahu Pengangkut 20 Wisatawan Tenggelam, 9 Orang Hilang
  • Tunggu Arahan, Polisi Sumsel Antisipasi Perpanjangan Larangan Mudik
  • Ledakan Petasan Selama Ramadhan, Warganet : Merugikan Orang Lain
  • Pengunjung Pantai Tiku Agam Dibatasi, Tak Pakai Masker Disuruh Pulang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2021 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved