Lulusan Perguruan Tinggi Dituntut Memiliki Keahlian Mumpuni

/ Jumat, 15 Maret 2019 / 13.02 WIB
Peserta Pembinaan Bidik Misi UIR saat mengajukan pertanyaan dalam kegiatan pelaksanaan pembinaan mutu akademik mahasiswa penerima beasiswa bidik misi Bhakti Negeri Pemerintah Provinsi Riau angkatan tahun 2016 di Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (14/3/2019).
SUARAaktual.co | Pekanbaru -- Memasuki era revolusi industri 4.0, kebutuhan pasar kerja dulu dan sekarang sudah jauh berbeda. Hasil riset para ahli tahun 2012 di 2000 perguruan tinggi dan industri pada 25 negara, menyimpulkan bahwa dunia industri komplain karena lulusan perguruan tinggi yang mereka pekerjakan tidak mempunyai keahlian memadai.

"Ini sebuah realita yang harus kita terima dan kita hadapi," kata Yandri, SH, Sekretaris Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau), kepada 112 mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR), penerima beasiswa Bidik Misi Bhakti Negeri Pemerintah Provinsi Riau di Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (14/3/2019) siang.

Dalam acara pelaksanaan pembinaan mutu akademik Mahasiswa penerima beasiswa bidik misi Bhakti Negeri Pemerintah Provinsi Riau angkatan tahun 2016 itu, Yandri menegaskan, mengantongi Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tinggi, jangan bangga dulu. Karena dunia kerja sekarang butuh lulusan yang memiliki skill, mampu berkomunikasi dan bekerja secara tim.

"Sebagai mahasiswa pilihan, jadilah manusia-manusia pilihan yang dilirik banyak orang," ujar alumni lulusan Universitas Andalas Padang itu.

Dia menambahkan, ada 10 skill yang dibutuhkan. Masing-masing mencintai pekerjaan,leadership (kepemimpinan), mampu berkomunikaksi dengan baik, teknis, menguasai bahasa Inggris dan komputer, dapat bekerja secara tim. Selain itu bisa menyelesaikan masalah (problem solving).

"Dunia sudah berubah. Apabila semua kriteria itu bisa Anda penuhi, saya yakin Anda akan hidup. Dicari orang dan tidak akan digilas oleh zaman," tegas Yandri.

Senada dengan Yandri, Wakil Rektor III UIR, Rosyadi juga menyebut, penerima bidik misi merupakan orang-orang yang beruntung. Selain diberi beasiswa, mereka juga mendapat biaya hidup dan pembinaan. Karena itu jangan disia-siakan kesempatan ini.

''Selesaikan tepat waktu dan jangan kecewakan orangtua,'' kata Rosyadi.

Rosyadi juga mengingatkan bahwa tugas mahasiswa tak hanya belajar tapi harus kreatif. UIR sedang mendorong minat dan bakat mahasiswa menjadi seorang entrepreneur. Karena itu, Ia mempersilakan mahasiswa berkreatifitas memulai usaha. Bisa kuliner atau dalam bentuk kerajinan lain.

Dengan melakukan hal itu, menurutnya mahasiswa yang kuliah di UIR akan mendapat pengalaman, uang jajan dan tamat kuliah tidak menganggur lagi. Apalagi LLDIKTI setiap tahun melombakan entrepreneurship. Mahasiswa bidik misi berpeluang mengikuti lomba ini karena mereka tidak berpikir tentang biaya kuliah dan biaya hidup seperti mahasiswa lain.

"Silakan Anda buat proposal. Proposal itu akan di klinik secara khusus oleh dosen-dosen yang ahli," ujarnya.

Rosyadi ingin, mahasiswa yang tamat tidak berorientasi bekerja sebagai pegawai negeri melainkan mampu membuat lapangan kerja.

"peluang jadi pegawai sangat terbatas. Karenanya UIR mendorong mahasiswa tumbuh menjadi wirausaha mandiri," tutur Rosyadi, seperti dalam rilis yang diterima redaksi.

Acara dengan moderator Dr Kasman Arifin itu dibuka oleh dibuka Wakil Rektor III Ir Rosyadi, hadir juga Kepala Biro Administrasi Umum dan Personalia H Zakir Has, SH, MPd, Kepala BAAK Ir Akmar Efendi, MKom, Ketua LDIK Dr Zulhelmy dan Kabag Humas dan Personalia Dr H Syafriadi, SH, MH.

Turut memberi pembekalan di kegiatan ini Ir H Muhammadatun, MSi, Hendri Anof, SE, MM dan Murziandri Saputra, MPd dari Dinas Pendidikan, Megi Irawan (selebgram) dan Febby Rahmad Raffa (Nascam Bang Ndut). 
(mcr/mad)
Komentar Anda

Terkini: