Hotspot Bertambah, OPD Terkait Harus 'Pantau' di Lapangan

/ Sabtu, 16 Maret 2019 / 12.45 WIB

SUARAaktual.co | Pekanbaru - Legislator Riau dari Fraksi Demokrat, Asri Auzar sangat prihatin dengan semakin bertambahnya hotspot (titik panas) di wilayah Riau. Untuk itu dirinya meminta kepada instansi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar terus melakukan peninjauan dan pemantauan di lapangan.

"Kita minta OPD dan instansi terkait untuk bekerja ekstra keras bagaimana kebakaran lahan dan hutan ini bisa diatasi, bukan malah semakin bertambah. Harus dilakukan pemantauan dan tinjauan terus di lapangan tiap saat. Jangan biarkan kebakaran besar dulu baru ditangani, karena ini akan menyulitkan nantinya dalam penanganan,"sebutnya, dilansir Sabtu (16/03).



Disamping itu, menurut Anggota Komisi IV DPRD Riau ini lagi, perlu juga dilakukan evaluasi terhadap kerja yang dilakukan. Sehingga bisa dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap upaya yang dilakukan, agar kebakaran hutan dan lahan ini tidak terjadi lagi seperti tiga tahun sebelumnya.

"Sebelumnya Riau memang bebas dari asap atau kebakaran hutan. Sekarang kok muncul lagi. Ini tentu ada yang lengah atau yang salah dilakukan," tambahnya.

Legislator asal Dapil Kabupaten Rokan Hilir ini juga meminta pihak Pemprov dan kepolisian juga harus bertindak tegas terhadap pelaku pembakar hutan dan lahan. Tanpa melihat apakah perusahaan besar atau bukan. Perusahaan yang terbukti membakar ditindak tegas, kalau perlu izin usaha dicabut. Pemilik harus dibawa ke kasus hukum.

Sebagaimana yang diberitakan, sebelumnya di wilayah Provinsi Riau dari pantauan satelit modis Terra dan Aqua, BMKG stasiun Pekanbaru, jumlah hotspot terpantau 28 hotspot dan saat ini, Jumat (15/03) sudah terpantau 35 hotspot. Keberadaannya tersebar di 7 (tujuh) wilayah yaitu Kabupaten Rokan Hilir ada 2 titik, Bengkalis 17 titik, Pelalawan 7 titik dan Indragiri Hulu ada 6 titik. Sementara di Indragiri Hilir, Rohul dan Kepulauan Meranti masing-masing 1 titik. 

(mcr/Ch)
Komentar Anda

Terkini: