Unik ! Pohon Kurma Berusia Puluhan Tahun di Desa Pangaribuan, Tapsel Berbuah Lebat

/ Senin, 11 Februari 2019 / 12.02 WIB
Pohon Kurma berusia 30 Tahun tumbuh subur dan berbuah lebat di halaman rumah warga desa Pangaribuan Kecamatan Angkola Muaratais kabupaten Tapsel, Minggu 10/02/2019.

SUARAaktual.co | Tapsel,Sumut - Tanpa di rawat dan di pupuk Pohon Kurma setinggi sekira 4 Meter dengan diameter lebih kurang 80 Cm tumbuh subur dan berbuah di halaman rumah warga Desa Pangaribuan Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Keberadaan pohon kurma itu menjadi hal yang unik bahkan menjadi perhatian masyarakat Desa setempat, tak sedikit pula warga dari luar Desa itu berkunjung hanya untuk melihat secara langsung penomena yang mereka anggap unik itu. Karena menurut mereka tumbuhan palma itu hanya tumbuh dan berbuah di daerah Negara bagian Timur Tengah saja.

Informasi yang dihimpun dari Alamsyah, pria yang menempati rumah itu mengatakan, usia pohon Kurma itu sudah puluhan tahun kurang lebih sudah 30 tahun. Namun Alamsyah mengatakan iya hanya mengontrak dirumah itu dan saat ini sudah jalan 5 tahun menempatinya. Dan pada tahun ke 2 mengontrak, iya terkejut pohon kurma yang tepat dihalaman rumahnya itu berbunga dan berbuah lebat, dan saat panen buahnya sebesar ibu jari orang dewasa.

"Saya terkejut saat itu pohon itu berbuah, apalagi dari info yang saya dapat dari masyarakat setempat pohon kurma itu sama sekali belum pernah berbuah.

Dan semenjak itu, tiga tahun berturut-turut pohon kurma ini berbuah, inilah yang ketiga kali," terang Alamsyah ketika berbincang bincang dengan beberapa awak media di Halaman rumahnya, Minggu (10/2/2019).

Lebih lanjut diceritakan pria yang kesehari hariannya bekerja sebagai Montir ini, saat pertama kali berbuah, kami langsung menelepon pemilik rumah ini. Saya bersama istri menceritakan perihal berbuahnya kurma itu kepada pemilik rumah, Sontak saja, si pemilik rumah senang mendengar kabar itu," kata Alamsyah.

Saat bercerita dengan pemilik rumah ini, mereka tidak menyangka pohon kurma itu berbuah apalagi dari cerita mereka, keberadaan pohon kurma itu sudah berusia 30 tahun sebelum ia tempati,"ungkapnya.

Ketika ditanyakan, apakah iya memupuk secara rutin tumbuhan palma itu, Alamsya mengaku tidak pernah sekalipun memupuknya, hanya saja akunya iya cuma membakar bakar sampah di bawah pohon dan membersihkan dan merapikan pelepah pohon kurna tersebut.

"Mendapat kabar itu, seorang ahli pertanian yang sudah datang melihat keberadaan pohon kurma ini kepada saya mengatakan, bahwa kurma yang tumbuh ini bukan jenis kurma dari Timur Tengah, tapi Kurma tropis yang tumbuh di India dan Thailand. Bahkan menurut ahli pertanian itu jenis kurma Timur Tengah takkan tumbuh di Tanah Indonesia, walau tumbuh tidak akan berbuah" jelasnya.

Di Ceritakan Alamsyah, ahli pertanian yang datang itu sempat mengambil contoh tanahnya. kerena kata ahli pertanian itu kepadanya, kurma itu jenis kurma tropis. Kalau jenis kurma tropis itu dirawat dengan baik maka pohon tersebut bisa memiliki buah di usia lima tahun. Dan saat ini katanya pohon kurma seperti ini sudah dibudidayakan contohnya seperti di Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas (Paluta) dan Pekan Baru, "sebutnya

Ditambahkannya, sejak berbuahnya kurma ini sudah banyak orang datang langsung melihat keberadaan kurma yang berbuah lebat ini dan orang-orang yang datang kesini bahkan dari luar daerah.

"Sudah banyak orang orang datang kesini, bahkan pada saat lebaran kemarin, orang orang ramai datang, memoto mengabadikan pohon tersebut karena mereka anggap ini pohon kurma ini unik ," bebernya.
(DP.003)
Komentar Anda

Terkini: