Sungai Aek Marihan Meluap, Ratih Bocah Kelas 1 SD Hanyut Terbawa Arus

/ Selasa, 12 Februari 2019 / 16.59 WIB

Petugas Kepolisian dan TNI bersama masyarakat saat menyisir bantaran sungai melakukan percarian terhadap korban, Kamis dini hari (12/02/2019).

SUARAaktual.co | Palas,Sumut - Ratih (7), bocah perempuan siswi kelas 1 Sekolah Dasar (SD), warga Desa Simataniari, Kecamatan Dolok, Padang Lawas Utara (Paluta), hanyut terbawa arus Sungai Aek Marihan, Senin (11/2/2019) malam sekira pukul 23.30 Wib.

Dari Informasi yang dihimpun, bocah usia 7 tahun itu hanyut terbawa arus akibat meluapnya air sungai Aek Marihan disebabkan hujan deras yang melanda desa dan sekitaran daerah tersebut, Senin (11/2/2019), sejak pukul 18.00 Wib.

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Irwa Zaini Adib, melalui Kasubbag Humas Iptu Alpian Sitepu ketika di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut,Selasa (12/2).

Dikatakannya, Rumah korban kurang lebih berjarak 5 Meter dari bibir sungai, hujan yang turun hingga beberapa jam menyebabkan debit air sungai terus naik, sehingga membuat ibu korban mengajak Ratih bersama dua saudaranya masuk ke rumah," kata Alpian.

Sekira pukul 23.30 Wib, ibu korban merasa rumah panggung mereka bergoyang dan segera melihat keluar menggunakan senter melalui pintu. Ibu 3 anak itu kaget, karena melihat air sudah sampai di tangga rumahnya.

Dia kemudian berencana memindahkan anak-anaknya dari rumah mereka ke tempat yang lebih aman. Namun malang, saat itulah Ratih lepas dari pantauan ibunya sehingga hanyut terbawa arus. Seketika itu juga si ibu menjerit meminta tolong.

Pada saat kejadian itu, ayah korban sedang duduk di lopo (warung bahasa daerah -red) tepat di seberang rumah mereka dan tidak berani pulang karena melihat arus sungai yang semakin deras.

Berselang lebih kurang 10 menit, barulah warga kampung berdatangan untuk membantu. Akan tetapi bocah tersebut tidak ditemukan.

Mendapat informasi itu, Petugas kita bersama TNI dibantu warga mulai melakukan pencarian, Selasa (12/2/2019) dinihari sekira pukul 01.00 Wib hingga pukul 03.00 Wib, namun tidak ada hasil. Kemudian pukul 07.00 Wib (12/2) pencarian kembali dilanjutkan.

Sejak dini hari tadi sudah dilakukan pencarian namun korban belum ditemukan. Pagi ini tim akan melanjutkan pencarian kembali," ujar Alpian.

"perlu diketahui hingga berita ini di naikkan kemeja redaksi, Ratih Bocah malang masih belum ditemukan.

Sebelumnya, kepala desa dan masyarakat setempat sering menegur orangtua korban agar pindah dari rumah mereka, mengingat kediaman mereka tersebut sangat dekat dengan sungai. Namun, keluarga itu tetap bertahan dengan alasan kebun/sawah mereka berada di sekitar di lokasi tersebut.
(DP.003)
Komentar Anda

Terkini: