Ini Jawaban BBKSDA Terkait Temuan Jejak Kaki Diduga Harimau di Tenayan Raya Pekanbaru

/ Kamis, 14 Februari 2019 / 10.52 WIB
jejak kaki diduga harimau dipemukiman Kelurahan Sialangrampai, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru.

SUARAaktual.co | Pekanbaru - Warga Kelurahan Sialang Rampai Kecamatan Tenayanraya dikejutkan dengan adanya jejak kaki diduga harimau dipemukiman mereka pada Rabu (13/2/2019).

Belum diketahui apakah jejak kaki tersebut benar-benar satwa liar di Sumatera tersebut.

Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah II Riau mengaku belum mendapat laporan terkait itu dari warga Tenayanraya.



"Kami tidak ada menerima laporan adanya satwa tersebut di Kulim (Tenayanraya), "ujar Humas BBKSDA Dian, seperti dilansir dari Tribunpekanbaru.com Kamis (14/2/2019).

Temuan itu membuat heboh karena jika dilihat dari jejak kakinya ditanah tersebut diduga harimaunya memiliki bobot tubuh yang besar, karena jejak kakinya juga sangat besar.

Dengan adanya temuan ini membuat panik warga, bahkan sejumlah ketua RW didekat lokasi meminta warganya untuk berhati-hati dan waspada.

Ketua RW 01 Kelurahan Sialang Rampai Yayat Siswanto mengumumkan kepada warga untuk berhati-hati keluar malam, apalagi saat melintas di dekat jejak kaki Harimau tersebut.

"Diinfokan kepada warga RW 1 seluruhnya untuk dapat berhati-hati keluar pada malam hari khusus lewat Jalan palembang karna siang tadi ditemukan jejak harimau dengan ukuran besar di pemukiman RW 07,"demikian pengumuman ketua RW tersebut.

Mendengar informasi itu sejumlah warga mengaku resah, apalagi warga yang melewati jalan tersebut saat malam hari baik itu pulang kerja maupun aktifitas lainnya.

"Bahaya ini, harus ditangkap nanti kasihan warga, "ujar seorang warga Ferri.

Namun ada juga warga yang menanggapi dengan santai.

Seperti warga bernama Andika mengaku sudah menjadi hal biasa muncul jejak kaki Harimau di pemukiman mereka.

"Kami yang sudah lama tinggal disini sudah biasa, itu penunggu daerah sini, "ujar Andika.





sumber: Tribunpekanbaru.com
Komentar Anda

Terkini: