Minta Rekannya Dibebaskan, Massa Eks Karyawan Freeport Aksi di Polda Metro

/ Kamis, 14 Februari 2019 / 14.04 WIB
Foto: Massa dari eks karyawan PT Freeport melakukan aksi di depan Mapolda Metro Jaya (Wildan-detikcom).

SUARAaktual.co | Jakarta - Massa dari eks karyawan PT Freeport melakukan aksi di depan Mapolda Metro Jaya. Mereka menuntut agar 36 orang rekannya yang diperiksa polisi terkait penghadangan mobil Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera dibebaskan.

Dilansir dari detikcom di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019) sekitar pukul 13.00 WIB massa masa sudah berkumpul di lokasi. Massa sudah mulai berdatangan di lokasi sejak sekitar pukul 11.00 WIB.

Massa sempat menyuarakan orasinya menggunakan pengeras suara, dan saat kemudian massa hanya duduk di depan pintu masuk Mapolda Metro Jaya. Tidak ada atribut yang dibawa oleh massa itu.



Koordinator massa, Hendrik menyebut massa meminta polisi membebaskan rekannya yang diperiksa oleh polisi. Sebanyak 36 orang masih ditahan polisi untuk diperiksa karena menggelar aksi di luar batas waktu yang ditentukan.

"Tuntutan aksi hari ini selain pembebasan kawan-kawan Freeport yang ditangkap, hentikan diskriminasi terhadap buruh dan masyarakat yang memperjuangkan haknya. Meminta Presiden untuk melakukan pemeriksaan terhadap Freeport. Ada sebanyak 8300 karyawan Freeport yang di PHK sepihak dan minta dikembalikan untuk bekerja dan membayar semua hak-hak karyawan selama melakukan aksi mogok," ungkap Hendrik di lokasi.

Diketahui massa eks karyawan Freeprot menggelar aksi di Taman Pandang, Jakarta Pusat pada Rabu (13/2) kemarin. Sejumlah massa 'menghadang' mobil Presiden Joko Widodo saat akan masuk ke Istana Merdeka. Saat itu, seorang ibu-ibu sempat berhasil mendekati mobil dan bersalaman dengan Jokowi.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan, tak sepakat bila disebut terjadi penghadangan. Dia mengatakan ibu-ibu tersebut menyalami Jokowi.

"Nggak ada (penghadangan). Karena melihat kelompok masyarakat, karena berbaik hati (Jokowi) sambangi (kelompok masyarakat), yang datang ibu-ibu yang salami Bapak Presiden," kata Harry saat ditemui di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakpus, Rabu (13/2).
(nvl/nvl)





sumber: detikcom
Komentar Anda

Terkini: