Hati-hati, Banyak Permainan Gosok-gosok Berhadiah Beredar di Lingkungan Sekolah Dasar

/ Kamis, 07 Februari 2019 / 14.28 WIB
SUARAaktual.co |Banyuasin,Sumsel -Pendidikan di Sekolah dasar merupakan upaya untuk mencerdaskan dan mencetak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta terhadap bangsa dan negara, terampil, kreatif serta berbudi pekerti yang santun. Pendidikan SD merupakan pendidikan anak berusia antara 6-13 tahun sebagai pendidikan di tingkat dasar yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat bagi siswa. Tidaklah salah jika Sekolah Dasar disebut sebagai pusat pendidikan, bukan hanya sekedar didalam kelas saja proses pembelajaran itu terjadi akan tetapi di luar kelas pun juga termasuk ke dalam kegiatan pembelajaran.

Anak-anak SD sangat rentan pengaruh hal-hal yang buruk atau kebiasaan yang dilakukannya akan berpengaruh pada masa depannya kelak. seperti halnya yang baru-baru ini terjadi salah satu SD Negeri di Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin yaitu praktek perjudian berkedok permainan ditengarai marak biasa dijajakan dilingkungan sekolah.

Hasil pantauan media suaraaktual.co di lokasi,hal yang sangat memprihatinkan sedang terjadi, penjual mainan gosok-gosok berhadiah ini bebas berjualan di lingkungan sekolah, alhasil banyak anak sekolah yang membelanjakan uang jajannya untuk mengadu nasib. Penjual-penjual tersebut hanya mementingkan keuntungan bagi mereka sehingga mereka sama sekali tidak mementingkan perkembangan mental generasi. Permainan gosok-gosok berhadiah ini mengajarkan perjudian anak sekolah,al hasil banyak anak-anak mulai tidak jujur, uang jajan harusnya untuk makanan dibelikan gosok-gosok berhadiah tersebut.

Indo Safri, Ketua DPD JPKP Banyuasin saat diwawancarai media suaraaktual.co menegaskan. "Permainan ini harus dilarang, karena banyak mudharatnya, Ini contoh kecil dari perjudian dilingkungan sekolah dasar,dimana mindset mereka dibangun bahwa judi itu biasa saja,mulai dari cara yang menarik dengan mengiming-imingi hadiah yang menarik."

"Sangat miris bukan ? bayangkan anak-anak kita memainkan ini dan menjadi kesehariannya karena tidak ada yang melarang mereka,yang mengajarkan mereka dan tentunya tidak ada sikap tegas pihak sekolah tersebut dalam mengawasi penjual yang ada dilingkungan sekolah mereka."

Indo Safri berharap,pedagang yang masih menerapkan metode judi ini ditindak tegas.krena doktrin perjudian ini sangat mempengaruhi mindset anak-anak kita, Beri mereka (pedagan) pilihan, "mau tetap berjualan, tapi hilangkan permainan pasangan/taruhan/judi ini. "Atau" silakan berdagang ditempat lain."

Di lingkungan rumah anak merupakan tanggung jawab orangtua, sedangkan dilingkup sekolah pengajar guru atau ustadzlah yang ikut bertanggung jawab dalam mendidik dan membentuk karakter anak. Yang perlu selalu diingat bahwa Anak merupakan generasi penerus, investasi, calon tulang punggung dan harapan serta sekaligus masa depan. Maka dari itu mari sejak dini bekali landasan atau pondasi iman yang kuat terhadap anak dan didiklah dengan baik,jelasnya.

Terpisah,Bapak Tasihat guru bidang kesiswaan di salah satu SD di Kecamatan Betung saat dikonfirmasi media ini Rabu (07/02) membenarkan adanya permainan gosokan berhadiah tersebut ,"bener mas memang ada permainan itu,saya selaku guru bidang kesiswaan sudah sering mengingatkan kepada anak anak sekolah ini".

"Ya namanya anak anak mas, hari ini kita ingatkan besoknya beli lagi," jelasnya.
(Ahmad)
Komentar Anda

Terkini: