Bagus Santoso :Syamsuar dan Edi Natar Pemimpin Ksatria Bijaksana

/ Jumat, 22 Februari 2019 / 21.14 WIB

Foto: Bagus Santoso didampingi Relawan Gotong Royong SAE 10 Paguyuban Jawa menyerahkan Sebilah Keris dan Blangkon kepada Gubernur Riau Syamsuar - Edy Natar.
SUARAaktual.co | Pekanbaru - Bagus Santoso Ketua Umum PAMOR ( Paguyuban Masyarakat Solo Riau ) diberikan kehormatan untuk menyerahkan cindera mata sepasang Blangkon dan sebilah keris kepada Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Edi Natar Nasution saat perhelatan acara syukuran atas pelantikan diri mereka sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2019-2024 bertempat di Halaman Belakang Gedung Pauh Jenggi Komplek Gubernuran Jl. Diponegoro Pekanbaru.

Bagus Santoso yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi PAN didampingi Ketua Relawan Gotong Royong SAE ( Syamsuar- Edy) H Asbin Wibowo dengan 10 paguyuban Jawa di Riau menyatakan komitmen bersama pengurus untuk turut serta mendukung dan andil dalam memajukan pembangunan di Riau.

"Sudah menjadi tekad kami Paguyuban Jawa yang tergabung sejak awal perjuangan menjadi relawan Gotong royong SAE, akan mengawal dan berpartisipasi membangun Riau. Kami mendoakan masa kepemimpinan gubernur baru akan membuat Riau lebih maju dan berjaya" tegas Bagus Santoso saat menyerahkan sebilah keris kepada Gubernur Riau Syamsuar diatas panggung.

Penggunaan blangkon bagi masyarakat Jawa memiliki arti tersendiri, sebagai bagian terpenting dan terhormat dari manusia, kepala, rambut dan wajah merupakan mahkota yang harus selalu dijaga dan diberi perhatian. Maka blangkon sebagai simbol kebijaksanaan dan kerendahan hati.

Lebih lanjut dikatakan Bagus Santoso yang pada pemilu 2019 akan maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Riau 1 bahwa blangkon atau biasa disebut “Belangkon” merupakan sebuah topi tradisional masyarakat Jawa, yang berupa penutup kepala dari kain batik dan berbentuk seperti iket kepala (pengikat kepala)

Sedangkan Keris adalah mahakarya Indonesia. Filosofis keris yang mengajarkan sifat ksatria, keluhuran budi dan keberanian, masih sangat relevan diterapkan dalam kehidupan berbangsa saat ini. Termasuk menyatukan berbagai budaya tanpa menghilangkan identitas budaya masing-masing daeah. ( tim sbs)
Komentar Anda

Terkini: