PHE Siak Siap Lakukan Pengeboran Eksplorasi Kotalama-3

/ Kamis, 31 Januari 2019 / 15.21 WIB
General Manager PHE Siak, Rizaldi Winant bersama SKK Migas Sumbagut memberikan Paparan Rencana Pengeboran Kotalama-3 di Kantor Bupati Rokan Hulu.
SUARAaktual.co | Pasir Pengaraian - Setelah berhasil melakukan pengeboran sumur eksplorasi Kumis-2 pada bulan Maret 2018 lalu, Pertamina Hulu Energi Siak (PHE Siak) bersiap untuk melanjutkan pencarian cadangan minyak baru pada sumur eksplorasi Kotalama-3 yang berada di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau.

Hal ini disampaikan General Manager PHE Siak, Rizaldi Winant dalam kegiatan sosialisasi rencana pengeboran pada Rabu (30/1) di Kantor Bupati Kabupaten Rokan Hulu.

Acara Sosialisasi dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hulu Abdul Haris berserta Kepala Dinas Bappeda, Asisten Bidang Pembangunan, Asisten Bidang Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya Manusia, Sekretaris Camat Kunto Darusalam dan Komandan Satuan Polisi Pamong Praja serta SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara.

Pengeboran sumur eksplorasi Kotalama-3 ini, merupakan lanjutan dari pengeboran sumur Kumis-2 yang berdasarkan Hasil uji kandungan lapisan mengindikasikan kemampuan produksi sebesar 72 BOPD per sumur dan dapat lebih besar lagi jika menggunakan artificial lift. "Jika di sumur Kotalama-3 ini kita juga menemukan cadangan, kedepan akan diproduksikan secara bersama dalam satu cluster sehingga semakin menarik secara keekonomian," ujar Rizaldi.

Pengeboran sumur Kotalama-3 direncanakan hingga kedalaman 684 ft dan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2019.

"Kami meminta dukungan pemerintah daerah untuk rencana pengeboran ini, sehingga dapat berjalan lancar," lanjut Rizaldi.

Tanggapan positif datang dari pemerintah kabupaten Rokan Hulu. Melalui Sekertaris Daerah, Abdul Haris menyambut baik dan akan mengupayakan mensukseskan kegiatan eksplorasi ini. "Harapan kami, kegiatan berjalan lancar, sehingga masyarakat dan kabupaten Rokan Hulu juga merasakan hasilnya,"tutupnya.

Sekilas PHE Siak
PHE Siak merupakan kontraktor kontrak kerja sama. Mulai mengelola blok pada bulan Mei 2014 dengan Skema cost recovery yang sebelumnya dikelola oleh Chevron Pacific Indonesia (CPI). Saat ini terdapat 3 lapangan aktif yaitu Lindai, Batang dan Manggala South. 
(mcr/rat)
Komentar Anda

Terkini: