Salah Hitung, Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda Menurun Jadi 426

/ Jumat, 28 Desember 2018 / 15.27 WIB
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyampaikan perkembangan terbaru terkait data korban bencana tsunami Selat Sunda, di Jakarta, Jumat (28/12/2018). (Foto: iNews.id/Ilma De Sabrini) 
SUARAaktual.co | Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menyampaikan perkembangan terkait data korban akibat bencana alam tsunami yang melanda perairan Selat Sunda, pekan lalu. Dari data yang dihimpun badan tersebut, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 426 orang, sedangkan korban luka 7.202 orang dan 23 lainnya masih dinyatakan hilang.

Selanjutnya, jumlah pengungsi yang terdata saat ini sebanyak 40.386 orang. Data tersebut merupakan data sementara yang didapatkan BNPB hingga Jumat (28/12/2018) pukul 13.00 WIB. Sebelumnya, BNPB sempat merilis jumlah korban meninggal akibat tsunami Selat Sunda sebanyak 429 orang. Namun, angka itu ternyata keliru.

“Setelah kami lakukan cross check indentitas, ada korban meninggal yang didata double (ganda). Karena banyak wisatawan di sana, sehingga data yang kami perolah dari masing-masing posko tanggap darurat total 426 meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Dia menuturkan, para pengungsi bencana tsunami saat ini tersebar di sejumlah titik pengungsian. Pengungsi paling banyak terdapat di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten. “Banyak pengungsi yang belum ditangani dengan baik. Data pengungsi juga dimungkinkan bertambah, kareba belum terdata semua,” ucap Sutopo.

Dia mengungkapkan, dampak dari tsunami pekan lalu juga membuat kerusakan terhadap sejumlah bangunan. Data BNPB menunjukkan, ada 1.296 unit rumah yang rusak, 78 unit penginapan (hotel dan vila) yang rusak, serta satu dermaga rusak.

Sutopo mengatakan, saat ini timnya masih fokus melakukan evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban. Dia juga memperkirakan jumlah korban masih akan terus bertambah. BNPB pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas di area bibir pantai.



Sumber : iNews.id
Komentar Anda

Terkini: