Misi Rombongan Program Pertukaran Pemuda Indonesia Australia di Istana Siak Telah Selesai

/ Senin, 31 Desember 2018 / 19.13 WIB

SUARAaktual.co | Siak - Rombongan program pertukaran pemuda Indonesia Australia (PPIA) yang tiba di negeri Istana beberapa waktu lalu, siang tadi Senin (31/12/2018) telah  menyelesaikan misinya di kabupaten Siak.

Matthew Douglas (22)  salah seorang peserta asal  Australia Selatan, tepatnya dari kota Adelaide, menuturkan pengalamannya selama tinggal di kampung Tambak Rejo. Dirinya merasa nyaman dan senang,  Ia bilang orang-orang di Siak sangat ramah, kemudian kotanya bersih, tidak macet dan makanannya pun enak.

"Kota ini terbilang sepi, tidak ada macet, banyak pohon-pohon dan bersih sehingga kami merasa nyaman berada di Siak ini" kata Matthew yang fasih berbahasa Indonesia.

Meskipun air sungai atau parit yang berwarna khas rawa gambut Matthew dan kawan-kawannya tak sungkan  untuk mandi dan berenang di sungai Mempura tersebut.

Matthew mengaku selama di Siak dirinya sudah bisa beradaptasi dengan lingkungannya, seperti mempelajari kultur dan budaya, dan belajar cara mendapatkan uang.

"Kebanyakan masyarakat Tambak Rejo adalah petani sawit dan karet, saya banyak belajar dari mereka" ujar mahasiswa S2 jurusan Hubungan Internasional itu.

Ia jelaskan, anggota Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Autralia (PPIA) tersebut di bagi menjadi lima kelompok seperti; lingkungan, pendidikan, kesehatan,  ekonomi, dan pariwisata.  

"Kebetulan saya di kelompok lingkungan, dan tugasnya memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu menjaga lingkungan yang bersih dan sehat" sebut pria yang doyan makan nasi Padang.

Disamping itu lanjutya, mereka juga mensosialisasikan agar masyarakat mengurangi pemakaian kantong plastik.  Mereka pun mengajari masyarakat membuat kantong/tas dari bahan baju bekas.

Diakui Matthew tantangan bagi dirinya maupun teman-teman dari Australia adalah kebanyakan dari segi bahasa dan budaya ketimuran, seperti makan dengan tangan kanan dan lain sebagainya.

Sementara anggota PPIA lainnya Albizia Akbar yang berasal dari Purwakarta, Jawa Barat menceritakan bahwa sebelum ke Riau, dirinya bersama anggota yang lain tinggal di Australia selama 2 bulan.

Ia tak menyangka bisa terpilih dari 500 orang yang mencoba ikut program tersebut, dan bisa mewakili dari daerahnya.

Selama tinggal bersama orang tua angkat di Tambak Rejo, Siak, dirinya bersama rekannya Oscar Norman dapat berbaur dengan masyarakat. Menurutnya, masyarakat disana baik-baik dan ramah semua.

"Siak ini asyik, budaya melayunya cukup kental, dan kami semua senang bisa belajar tari Zapin" ungkapnya.

Dilain pihak, salah satu orang tua angkat dari Kelurahan Sungai Mempura, Masdiana (65 tahun) merasa terharu dan senang atas kedatangan dari anggota PPIA tersebut.

"Rasanya seperti mimpi saja, ada orang barat datang dan menginap dirumah saya yang sangat sederhana ini" akunya polos.

Tak terasa dari raut wajahnya kelihatan sedih karena anak-anak angkatnya tersebut akan kembali ke daerahnya masing-masing. "Rasanya seperti baru kemarin mereka datang" ungkapnya sambil terisak.
Komentar Anda

Terkini: