''Bangunan RR T.A 2017 Diduga Asal Jadi, Tanpa Pengawasan Dinas Terkait''

/ Jumat, 03 Agustus 2018 / 06.21 WIB
Komisi III DPRD Kota Padangsidimpuan s Meninjau bangunan amburadul di Desa Goti Padangsidimpuan Tenggara, Kamis (02/08)

SUARAaktual.co,-Padangsidimpuan-Bantuan Bangunan (RR) Rekontruksi dan Rehabilitasi T.A 2017 yang bersumber dari dana Hibah APBN yang dikelola BPBD Kota Padangsidimpuan di duga asal jadi pelaksanaannya. Hal ini ditandai dengan hasil kunjungan lapangan Komisi III DPRD Kota Padangsidimpuan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kota Padangsidimpuan.

Pantauan awak media, Kamis (2/8), Komisi III DPRD Kota Padangsidimpuan yang terdiri dari Ketua Komisi III Imron Dalimunthe dari fraksi Partai Gerindra, bersama anggota Timbul Simanungkalit dari fraksi partai Nasdem, Erwin Sinaga dari fraksi Gerindra, Iswandi Arisandy dari fraksi PAN, Parsaulian Lubis dari fraksi partai PBB, Ali Hotma Tua Hasibuan dari fraksi partai PDI-P serta wakil ketua DPRD kota Padangsidimpuan Ir.H.Ahmad Yusuf Nasution berangkat dari Kantor DPRD yang didampingi Asisten III Pembangunan Pemkot Padangsidimpuan Drs. Dilham Lubis dan Kaban BPBD Ir. Ali Ibrahim Dalimunthe menuju Desa Goti Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. 

Tepatnya di Desa Goti  Komisi III bersama rombongan langsung menuju ke rehabilitasi bendungan Aek Ancimun untuk meninjau langsung akan bangunan rehabilitasi bendungan tersebut yang menelan anggaran Rp 695.000.000,00 yang diduga bangunannya asal jadi. Pembiyayaan bersumber dari dana hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Tahun 2017 senilai kurang lebih Rp 14 M. Hal ini ditandai dengan ambruknya dek penahan bangunan rehabilitasi tersebut. 

Seterusnya Komisi III DPRD melanjutkan peninjauan pembangunan Rekontruksi Dinding sungai Aek Ancimun senilai Rp 4.600.000.000,00. yang dalam hal ini banyaknya keluhan masyarakat terkait pembangunan nya yang dinilai mubajir dan malapetaka bagi petani lain,  akibat perencanaan yang kurang. tinggi dek penahan ada yg sampai dua meter tingginya dan sementara di tikungan aliran air tidak di dek, ketika air menerjanag tanah saya habis lihat bapaklah ucap petani kepada Ali Hotma tua Hasibuan dari PDIP, tolong lah pak dewan saya ini pun saya udah gagal panen ujar ibu boru Dalimunthe itu dengan penuh harap. 

Perjalanan  diteruskan ke pembangungan SDN 200501 di desa Goti senilai Rp 800.000.000 untuk pembangungan empat Ruangan Kelas Karu (RKB) 

Kepada wartawan Kaban BPBD Kota Padangsidimpuan Ir.Ali Ibrahim Dalimunthe mengatakan kegiatan yang ada di desa Goti ini semuanya merupakan bagian dari dana hibah RR senilai 14 M pasca bencana banjir di Desa Goti, sebut Ali Ibrahim.

" Kegiatan Rehabilitasi bendungan Aek Ancimun senilai Rp 695.000.000,00 ditambah dengan Rekontruksi Aek Ancimun Rp 4.600.000.000,00 dan bangunan SDN 200510 Desa Goti Rp 800.000.000,00 semuanya bersumber dari Dana Hibah RR senilai Rp 14 M tahun 2017," jelas Ali Ibrahim.

Ali Ibrahim juga menambahkan bahwa kegiatan pembangunan di tiga titik ini masih dalam perawatan, dan kita sudah menyurati akan rekanan supaya kerusakan di kegiatan ini supaya di kerjakan, mengingat pemeliharaan dari kegiatan ini sampai bulan september tahun 2018 ini, beber Ali Ibrahim.

Sementara anggota DPRD dari Komisi III Ali Hotma Hasibuan, Atas jebolnya dek dingding bendungan Aek Ancimun diakibatkan kurangnya campuran semen dalam pembangunan dek tersebut. 
" Biasanya seperti yang saya ketahui jika campuran semen itu pas rasanya asin, tapi ini tidak terasa asin sama sekali, tegas Ali Hotma.

Dilokasi berbeda sesuai data yang dihimpun Wartawan media ini, akan pembangunan SDN 200501 Desa Goti senilai Rp 800.000.000,00 dinilai pembangunannya asal jadi tampak disejumlah titik, dinding bangunan sekolah tersebut retak besar dugaan campuran semen tidak sesuai dengan RAB di tambah dengan minimnya pengawasan dinas terkait serta perencanaan tekhnis yg tidak menunjukkan latar belakang pendidikannya, akibat ...?.(Erijon DTT /Don)





Komentar Anda

Terkini: