Sekolah Dasar Negeri 200218 P.Sidimpuan Hidup Segan Mati Belum

/ Kamis, 26 Juli 2018 / 23.10 WIB

Sekolah Dasar Negeri 200218 Kota Padangsidimpuan 


Padangsidimpuan, Suaraaktual.co -Sekolah Dasar (SD) Negeri 200218 di Jalan MG. Mangaradat eks Jalan Melati Kelurahan Ujung Padang, P.Sidimpuan Selatan, Kota P.Sidimpuan Sumatera Utara kondisinya sudah tidak layak lagi dijadikan sebagai Sekolah, Hidup segan mati belum.

Hal tersebut disampaikan Nasruddin Nasution atau yang akrab di panggil Anas, pemerhati pendidikan di Kota P.Sidimpuan selama ini.
Kepada awak media, Anas mengatakan bahwa sekolah SD Negeri 200218 P.Sidimpuan Selatan sudah menjadi salah satu sekolah yang semestinya membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Karena jika dilihat dari kondisi sekolah tersebut, sudah tidak layak lagi di operasikan sebagai sekolah sesuai persyaratan layaknya sekolah di tengah perkotaan. 

"Jadi saran saya kepada pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Kota P.Sidimpuan agar sekolah tersebut lebih baik ditutup saja. Pasalnya, jika dilihat dari jumlah siswa kelas 1 hingga kelas 6 yang seluruhnya 36 orang saja, sepertinya  sudah tidak layak lagi jadi satu sekolah. Dimana jumlah siswa tersebut hanya cocok untuk satu lokal saja," ucap Anas saat diwawancarai awak media, Kamis (26/07).

Anas menjelaskan, kalau dilihat dari lokasi sekolah itu, berada di atas gunung dengan ketinggian kurang lebih 300 meter dan ditumbuhi semak belukar serta pada bahagian belakangnya terdapat jurang yang terjal akan sangat membahayakan anak didik. "Ini sangat membahayakan keselamatan peserta didik. Dan hal inilah mungkin yang membuat warga sekitar tidak mau mendaftarkan atau menyekolahkan anak mereka di sekolah tersebut," ungkapnya.

Dimana seperti di ketahui bahwa sekolah tersebut duhulu lebih di kenal dengan SD Inpres Jalan Melati. Pada tahun ajaran ini, tidak satupun warga yang mendaftarkan anaknya kesekolah tersebut.
Oleh karena itu, lanjut dia, saya minta agar siswa SD Negeri 200218 dipindahkan saja ke sekolah terdekat di sekitar daerah tersebut. "Karena mengingat waktunya masih tahap ajaran baru dan jika dimasukan kedata Dapodik pun tidak akan mengganggu sekolah yang akan ditempati jika terjadi peralihan," katanya. Sementara itu sekolah terdekat dari sekolah ini hanya berjarak 700 meter dan berada di dekat jalan protocol.

Anas juga menyampaikan kepada Pemko P.Sidimpuan melalui Dinas Pendidikan, agar bisa bersikap tegas dalam menangani masalah pendidikan di Kota P.Sidimpuan.
"Untuk kedepannya, saya minta kepada Kepala Daerah yang baru terpilih agar nanti orang orang yang mengelola Dinas Pendidikan di Kota P.Sidimpuan, harus benar-benar orang yang cerdas, tegas dan mau membangun pendidikan,sesuai Visi dan Misi Walikota yang baru" harapnya.

Sebelumnya, pantauan awak media ini saat berkunjung di Sekolah SD Negeri 200218, beberapa waktu yang lalu  terlihat kadal (biawak) berukuran lebih satu meter melintas dari halaman sekolah dan berjalan santai ke arah semak-semak yang mengelilingi sekolah tersebut.

Selain itu, informasi yang didapatkan dari beberapa guru dan siswa, kalau mereka sering melihat ular berbisa disekitar lokasi sekolah tersebut. SD Negeri 200218 di Kota P.Sidimpuan yang memiliki jumlah siswa 36 orang  dengan rincian  kelas I tidak ada siswa, kelas II 5 orang, kelas III 3 orang, kelas IV 8 orang, kelas V 14 orang, dan kelas VI 6 orang.

(Mr.D03)


Komentar Anda

Terkini: