Mayjen TNI AM Putranto Jabat Dankodiklat TNI AD

/ Senin, 23 Juli 2018 / 20.50 WIB

SUARAaktual.co | JAKARTA - Mutasi di jajaran perwira tinggi TNI AD kembali terjadi. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono bertindak sebagai Inspektur Upacara, pada serah terima jabatan Pangkostrad, tiga pejabat Pangdam dan dua pejabat  Asisten Logistik Kasad, di Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Senin (23/7).

Mutasi meliputi jabatan  Pangkostrad yang diserahterimakan dari Letjen TNI Agus Kriswanto kepada Letjen TNI Andika Perkasa, Dankodiklatad dari Letjen TNI Andika Perkasa kepada Mayjen TNI A.M. Putranto, Pangdam II/Swj dari Mayjen TNI A.M. Putranto kepada Mayjen TNI Irwan, Pangdam XIII/Mdk dari Mayjen TNI Madsuni kepada Mayjen Tiopan Aritonang, Pangdam XIV/Hsn dari Mayjen TNI Agus Surya Bakti kepada Mayjen TNI Surawahadi dan Aslog Kasad dari Mayjen TNI Irwan kepada Brigjen TNI Jani Iswanto. "Pergantian pejabat di lingkungan TNI AD merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan implementasi dari proses regenerasi. Hal ini juga sekaligus untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dalam rangka mendorong semangat pembaharuan dan penyegaran pola pikir yang akan diproyeksikan dalam rangka peningkatan kinerja sebuah instansi dan organisasi," ujar Kasad dalam amanahnya.

Ditambahkannya, pada sisi lain, perubahan lingkungan strategis yang semakin dinamis dan kompleks menuntut para Perwira untuk senantiasa meningkatkan kredibilitas, profesionalisme dan produktivitas dalam membangun sistem kerja yang lebih efektif dan efisien di satuannya yang baru. "TNI AD menaruh harapan yang besar kepada para pejabat yang baru, agar kehadirannya diiringi dengan semangat untuk membangun guna meningkatkan kinerja organisasi serta membawa perubahan ke arah yang positif," ungkapnya.

Kasad juga.menegaskan, dikaitkan dengan jabatan-jabatan strategis yang para perwira emban saat ini, fenomena besarnya pengaruh media sosial ini makin menguatkan kebutuhan akan dimilikinya integritas moral untuk mengukuhkan otoritas formal yang secara resmi diterima saat memperoleh jabatan tersebut. 

"Integritas moral ini diperoleh dari kesatuan serta kesesuaian antara tindakan, ucapan dan keputusan dengan apa yang digariskan oleh ketentuan, norma maupun peraturan yang ada. Tegaknya integritas moral ini akan membuahkan pengakuan dari satuan, prajurit yang dipimpin serta masyarakat luas. Dengan senjata integritas moral tersebut, niscaya kepemimpinan para Perwira tidak akan tergoyahkan meskipun era kemajuan teknologi saat ini mampu menghadirkan transparansi yang jernih bagi dunia dalam mengobservasi sepak terjang Anda selaku pimpinan, " tegas Kasad.

Kasad Jenderal TNI Mulyono juga meminta kepada para pejabat yang baru dilantik untuk terus membangun kemampuan satuannya dalam rangka kesiapsiagaan operasional tugas-tugas kedepan yang semakin kompleks dan dinamis. 

Disampaikan Jenderal TNI Mulyono,  kekebalan  atau  imunitas  bangsa  yang sejatinya  merupakan  kristalisasi  nilai-nilai luhur  yang  menjadi  pemersatu  para pendahulu bangsa  dalam  menghadapi berbagai  ancaman  baik  dari  luar  maupun dalam  negeri.  Daya  kekebalan  bangsa  ini mampu  merekatkan  bangsa  Indonesia  dan mengantarkan  bangsa Indonesia ke  pintu  gerbang kemerdekaan,  serta  menangkal  sekian banyak  ancaman  yang  merongrong kemerdekaan  yang  telah  diraih tersebut.

Terkait ekses dari  perkembangan teknologi  komunikasi dan informasi  saat  ini, Kasad menegaskan bahwa muncul  jenis  kejahatan baru, yaitu  “Cyber Narcoterorism”.

 Pelaku kejahatan ini menggunakan  dunia  maya dan media sosial untuk  mengedarkan narkotika guna mendanai kegiatan terorisme di dunia saat ini.  Media sosial  digunakan untuk  memasarkan produk  dan merekrut  simpatisan.  

"Kejahatan lintas negara ini akan  menjadi  ancaman  serius  bagi  bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita  semua  harus mewaspadai, mengantisipasi  dan  mencegah secara  dini “Cyber  Narcoterorism” yang menjadi musuh  bersama  bangsa Indonesia  saat  ini, bahkan musuh  bangsa-bangsa  di dunia," ujar Kasad.

Tentang pelaksanaan Pilkada serentak yang baru dilaksanakan beberapa waktu lalu, Kasad menyampaikan bahwa TNI AD telah membuktikan netralitasnya kepada publik dan untuk Pilleg dan Pilres mendatang natralitas TNI merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar. (Dispenad/Dar)
Komentar Anda

Terkini: