Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Ikut Atur Pungutan Uang Pembangunan SMAN 15 Pekanbaru, Komite Dianggap Labrak Permendikbud
Kamis, 11 Juli 2019 - 21:58:42 WIB
Praktisi Pendidikan M Faisal S.Pd
TERKAIT:
 
  • Ikut Atur Pungutan Uang Pembangunan SMAN 15 Pekanbaru, Komite Dianggap Labrak Permendikbud
  •  

    SUARAAktual.CO | Pekanbaru -  Pungutan yang dilakukan oleh komite SMAN 15 Kota Pekanbaru dianggap terlalu jauh melangkah, hingga mereka tidak sadar melabrak sejumlah Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud)  Republik Indonesia.

    Hal ini dikatakan Praktisi Pendidikan  asal Kota Pekanbaru, M. Faisal S.Pd, saat diminta tanggapannya atas prilaku komite sekolah SMAN 15 Kota Pekanbaru, Kamis 11 Juli 2019 sore tadi.

    "Kita menilai Komite telah terlalu jauh melangkah, hingga mereka melabrak sejumlah aturan permendikbud," kata Faisal.

    Salah satunya, komite ruang lingkupnya adalah para orangtua siswa. Akan tetapi, komite ini malah ikut mengurusi masyarakat yang bukan tupoksinya selaku komite.

    "Penerimaan siswa baru, atau mengajak calon orangtua SMAN 15 Kota Pekanbaru itu bukan kewenangan Komite. Komite mengurusi orangtua siswa yang aktif di sekolah dimana ada anak mereka telah diterima di sekolah itu," jelasnya.

    Kembali pada pungutan, ungkap Faisal,  komite telah melabrak Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 pasal 10 ayat (1) dijelaskan bahwa Komite Sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana serta pengawasan pendidikan.

    Kemudian pada pasal 10 ayat (2) beber dia lagi, disebutkan bahwa penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan.

    Sebagai mana diberitakan sebelumnya, bahwa ada pungutan dengan bukti formulir yang meminta orangtua siswa membayar Rp 5,5 Juta untuk biaya penambahan lokal. Adapun alasan pungutan banyak siswa/i tidak bisa sekolah lantaran ada program zonasi.

    Akan tetapi menurut informasi yang didapat suaraaktual.co dari beberapa sumber menyebutkan bahwa pungutan itu merupakan hasil rapat komite. Dimana yang terlibat dalam rapat tersebut yakni kekhawatiran orangtua yang ingin anak mereka tetap sekolah di  SMA Negeri 15.

    Dikatakan orang tua siswa, Riwan, bahwa pungutan ini memang ada akan tetapi tidak ada unsur paksaan akan kesanggupan para orangtua untuk membantu kekurangan pembangunan lokal baru. Dan hal itu sudah disepakati oleh para orangtua siswa melalui rapat berama komite sebagai perpanjang tangan kepala sekolah.** mad







     



     
    Berita Lainnya :
  • Ikut Atur Pungutan Uang Pembangunan SMAN 15 Pekanbaru, Komite Dianggap Labrak Permendikbud
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2019 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved