Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Praktisi Pendidikan Sebut Pungutan Uang Pembangunan SMAN 15 Pekanbaru Pungli, Inilah Alasannya
Kamis, 11 Juli 2019 - 16:52:35 WIB
Praktisi Pendidikan  asal Kota Pekanbaru, M. Faisal S.Pd, mengkritis kinerja Kepala Sekolah SMAN 15 Kota Pekanbaru Elmi Gurita dan juga para Komite terkait Pungutan Rp5,5 Juta untuk penambahan lokal sekolah (Mad)
TERKAIT:
 
  • Praktisi Pendidikan Sebut Pungutan Uang Pembangunan SMAN 15 Pekanbaru Pungli, Inilah Alasannya
  •  

    SUARAAktual.CO | Pekanbaru-  Praktisi Pendidikan  asal Kota Pekanbaru, M. Faisal S.Pd, mengkritis kinerja Kepala Sekolah SMAN 15 Kota Pekanbaru Elmi Gurita dan juga para Komite terkait Pungutan Rp5,5 Juta untuk penambahan lokal sekolah.

    Saat dikonfirmasi suaraaktual.co pada Kamis (11/07/19) sore ini, ia mengatakan apa yang terjadi ini pernah pula terjadi di SMUN 5 dan SMUN 12.  Tetapi apapun ini alasan pungutan itu tidak dibolehkan.

    " Terlepas ini keinginan siapa, ini termasuk pungli. Sedangkan meminta uang SPP hanya untuk perbaikan mutu saja, itu sudah pungli apa lagi minta uang," ungkap Faisal.

    Sebut Faisal lagi, kalau dia ( komite) bilang itu bagian dari komite, rapat komite dengan calon murid yang belum lulus itu bukan rapat komite. Akan tetapi rapat dengan masyarakat.

    " Kepsek dan komite ini harus paham. Mana rapat komite dan mana rapat dengan masyarakat. Emangnya, calon orangtua murid sudah masuk dalam kategori bagian dari komite. Ayo jawab," ucap Faisal.

    Terkait dengan hal ini tegas Faisal, apakah Komite pernah mengusulkan bangunan itu dijadikan sekolah. " Apa yang dilakukan komite harus ada persejuan kepsek. Kepsek harus persejuan kepala dinas. Baru bisa direalisasikan,"  terang Faisal.

     Adapun persejuan dinas, bebernya, ini akan dipertanyakan ke dewan. Kenapa ini bisa terealisasi " Menurut pengakuan sementara pada  Tahun yang lalu juga ada bangunan yang dibangun oleh masyarakar. Tapi kabarnya bangunan itu belum diserahkan kepada ke dinas," kata dia lagi.

    Sebut Faisal, pertanyaannya bangunan yang dibangun oleh masyarakat itu milik siapa. Selama ini  pemerintah menyerahkan bangunan kepada masyarakat. Nah, Kalau memang pembangunan itu terwujud maka pembangunan itu milik siapa dan siapa yang akan bertanggung jawab siapa?

    " Jikalau ada pribadi masyarakat mewakafkan pemerintah akan terima. Tapi jika masyarakat bersama-sama menyerahkan kepada pemerintah berikan contoh. Dimana adanya? Ini jelas pungli, sebab ini bukan lagi berbentuk sumbangan atau wakaf," pungkasnya. ** Mad

    Editor : Toni Chaniago



     
    Berita Lainnya :
  • Praktisi Pendidikan Sebut Pungutan Uang Pembangunan SMAN 15 Pekanbaru Pungli, Inilah Alasannya
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2019 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved