Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
   
 
Saat Libur Lebaran, Mari Berwisata Religi ke Masjid Raya Sumatera Barat
Minggu, 26 Mei 2019 - 19:32:46 WIB
Masjid Raya Sumatera Barat
TERKAIT:
 
  • Saat Libur Lebaran, Mari Berwisata Religi ke Masjid Raya Sumatera Barat
  •  

    SUARAAktual.CO | PADANG - Saat ini Masjid Raya Sumatera Barat di kota Padang merupakan salah satu tujuan wisata religius, meski awal pendiriannya sedikit berpolemik karena bangunan mesjid ini tanpa kubah. Masjid raya ini memiliki atap berbentuk gonjong pada empat sisi, mencerminkan bentuk rumah adat Minangkabau yaitu rumah gadang.

    Masjid Raya Sumbar dibangun di tanah seluas 12 hektare dan menghabiskan biaya sekitar Rp300 miliar. Masjid ini desainnya disayembarakan. Perancang Masjid Raya Sumatera Barat arsitek bernama Rizal Muslimin yang saat ini menjadi dosen di Sydney, Australia.

    Konsep masjid ini adalah kain yang terbentang, pada cerita terjadi perselisihan bagaimana memindahkan batu hajar aswad oleh empat suku di Mekah. Dan oleh Nabi Muhammad diambil kain. Bentangan kain yang ada batu di tengah ini melengkung. Sehingga melengkung ini yang jadi atap masjid.

    Pada 2007 mulai dilakukan tender dan pada 2008 pembangunan Masjid Raya Sumbar resmi dimulai. Total pembangunan hingga benar-benar selesai memakan waktu selama 10 tahun dananya bersumber dari APBN hingga APBD dan sumbangan masyarakat.

    Tidak hanya dari Sumbar, masjid Raya juga mendapatkan bantuan dari Pemprov Jawa Barat Rp7,5 miliar dan Papua Barat Rp5 miliar. Salah satu pengerjaan yang paling rumit adalah membangun atap gonjong karena posisinya yang miring hingga mendatangkan ahli panjat tebing untuk mengecatnya.

    Berbentuk persegi dengan luas bangunan 4.430 meter persegi Masjid Raya terdiri atas tiga lantai dengan lantai dua sebagai tempat salat utama memiliki daya tampung 4.000 orang. Jika lantai tiga digunakan dapat menampung 2.000 orang lagi dan kalau selasar dipakai bisa sampai 15 ribu total daya tampungnya.

    Terdiri atas 33 shaf dan 17 pintu masuk bangunan utama masjid Raya Sumbar resmi pertama kali digunakan pada 2014. Dalam rentang 2014 sampai 2018 pengerjaan terus berlangsung dan lokasi salat sempat berpindah dari lantai satu ke lantai dua bahkan sempat tidak bisa dipakai sama sekali selama tiga bulan pada 2016.

    Salah satu ciri khas Masjid Raya Sumbar adalah bangunannya tidak memiliki tiang pada bagian tengah ruangan sehingga jamaah tidak terganggu. Sedangkan di lantai satu ada tiga perkantoran yaitu Baznas Sumbar, Dewan Masjid Indonesia dan LPTQ serta ruangan serba guna yang mampu menampung sekitar 300 orang jika ada seminar.

    Tak hanya itu, juga ada ruangan muzakarah untuk diskusi pada bagian depan. Masjid Raya Sumbar juga memiliki menara yang menjulang dengan ketinggian 85 meter.

    Menara tersebut hingga ketinggian 44 meter menggunakan lift sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan kota Padang dari ketinggian.

    Untuk dinding Masjid Raya Sumbar berbentuk ukiran Minang dengan rongga sehingga sirkulasi udara lancar dan terasa sejuk di dalamnya.

    Pada bagian depan ruang utama, mihrab mengambil konsep seperti tempat batu hajar aswad di Kabah dan dengan kaligrafi Asmaul Husna di plafon depan.

    Karpet Masjid Raya Sumbar didatangkan langsung dari Turki yang saat diinjak terasa lembut merupakan sumbangan dari donator setempat.

    Konstruksi rangka atap menggunakan pipa baja dengan gaya vertikal beban atap didistribusikan oleh empat kolom beton miring setinggi 47 meter dan dua balok beton lengkung yang mempertemukan kolom beton miring secara diagonal.

    Setiap kolom miring ditancapkan ke dalam tanah dengan kedalaman 21 meter, memiliki pondasi tiang bor sebanyak 24 titik dengan diameter 80 centimeter.

    Untuk pengeras suara juga cukup mumpuni karena dilengkapi perangkat senilai Rp800 juta.

    Masjid Raya Sumbar dibangun dengan konstruksi ramah gempa sehingga jika ada bencana gempa dan tsunami lantai dua difungsikan sebagai tempat evakuasi sementara. Pada bagian depan terdapat dua anjungan melandai dan satu di belakang sehingga masyarakat mudah mengakses tanpa menggunakan tangga.

    Karena lokasinya yang strategis jamaah Masjid Raya Sumbar selalu ramai bahkan pada salat Jumat selalu membludak hingga keluar.

    Untuk keamanan di Masjid Raya Sumbar dijaga 30 petugas keamanan terdiri atas empat sesi serta dilengkapi CCTV.

    Tercatat sejumlah tokoh penting pernah melaksanakan salat di Masjid Raya Sumbar mulai dari Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hingga mantan wakil perdana menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

    Selain itu sejumlah ulama tersohor pernah tampil mengisi pengajian mulai dari ustadz Abdul Somad hingga Mamah Dedeh.

    Pada malam hari ini dari luar Masjid Raya terlihat anggun dengan lampu berwarna ungu yang cantik.***/zie



     
    Berita Lainnya :
  • Saat Libur Lebaran, Mari Berwisata Religi ke Masjid Raya Sumatera Barat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2019 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved