Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Sambut Bulan Muharram, Ribuan Orang Kunjungi Makan Raden Kuncung Amarullah
Minggu, 08 September 2019 - 21:01:55 WIB
Ribuan pengunjug padati Makam Raden Kuncung Amarullah (ist)
TERKAIT:
 
  • Sambut Bulan Muharram, Ribuan Orang Kunjungi Makan Raden Kuncung Amarullah
  •  

    Suaraaktual.CO | Banten- Setiap kali datang bulan Muharram yang merupakan bulan suci bagi umat Islam, seluruh umat Islam mempunyai tradisi atau kebudayaan sendiri untuk memperingati bulan pertama dalam kalender Hijriyah ini.

    Banyak keistimewaan keindahan di bulan Hijriyah ini, selain tahun baru Islam yang diperingati setiap tanggal 08 Muharram, dalam bahasa jawa juga biasa disebut hari assyuro yang juga diperingati sebagai hari raya anak yatim.

    Bahkan masih banyak kebiasaan umat Islam yang dilakukan di bulan Muharram, seperti mengadakan santunan anak yatim. Seperti juga halnya di Kampung Cokel Pasir Nangka, Desa Curugbitung, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

    Dimana kampung ini memiliki kebudayaan rutin saat memasuki bulan Muharram, yaitu ziarah atau Haul ke makam Raden Kuncung Amarullah.

    Dimana, makam tersebut dipercayai sebagai ulama besar dan tokoh penting terbentuknya kampung cokel. Beliau di makamkan di makam keramat cokel dan biasa diperingati pada tanggal 08 sampai tanggal 16. Muharram.

    Idzhar salah seorang penziarah dari pondok pesantren Nurul Salam, Leuwiliang, Bogor mengaku, dirinya sudah sering datang kesini menjelang bulan Muharram datang

    Ia datang untuk memperingati haul wafatnya Raden Kuncung Amarullah yang diakui sebagai ulama besar.

    “Saya sudah sering datang kesini saat bulan Muharram, untuk berziarah ke makam keramat Raden Kuncung Amarullah , karena memang sudah tradisi,” ujar santri dari pondok pesantren Nurul Salam, Leuwiliang, Bogor ini, Minggu (08/09).

    Sementara itu, Umri warga setempat mengatakan, tradisi ini memang sudah turun menurun. “Mereka (Penziarah-red) datang dari berbagai daerah atau kota, seperti dari Bogor, Tangerang, Parungpanjang dan kota lainnya,” jelas umri.

    Kalau dilihat sebenarnya makam keramat ini bisa dijadikan objek wisata religi (ziarah-red) seperti di Banten, namun sangat disayangkan belum dikelola dengan baik,harapan asep kedepan nya pemerintah busa mebantu tempat yang lebih baik.pungkas nya.** Tik

    Redaktur : Toni Chaniago



     
    Berita Lainnya :
  • Sambut Bulan Muharram, Ribuan Orang Kunjungi Makan Raden Kuncung Amarullah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2019 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved