Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Penambang Diduga Ileggal Pulau Rupat PT RMJ Aciong Cs Belum Ditahan, Inilah Alasan Polair Polda Riau
Jumat, 09 Agustus 2019 - 20:18:58 WIB
Kapal pengangkutan Pasir PT RMJ Pulau Rupat (Ist)
TERKAIT:
 
  • Penambang Diduga Ileggal Pulau Rupat PT RMJ Aciong Cs Belum Ditahan, Inilah Alasan Polair Polda Riau
  •  

    SUARAAktual.CO | Pekanbaru- Menindaklanjuti perkembangan penggerebekan pertambangan Pasir diduga beroperasi secara ileggal di daerah Pulau Rupat milik PT Rupat Makmur Jaya (RMJ) Direktur Utama perusahan itu Asiong warga Tionghua.

    Setelah digerebek, Polda Riau menetapkan delapan orang jadi tersangka, termasuk Asiong dan juga Direktur Operasinal PT RMJ Awi dan enam orang lagi pekerja dan nahkoda. Meski sudah ditetapkan jadi tersangka, ke delapan penambang itu tidak ditahan dengan alasan mereka koperatif.

    Hal itu disampaikan oleh Direktorat Polisi Perairan Polda Riau melalui Kasubdit Gakkum Polair Polda Riau, AKBP Wawan Setiawan pada Jumat (9/7/2019) tadi saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkatnya (Whatsapp).

    " Belum ada satupun yang kita tahan dikarenakan tersangka bersifat koperatif" jawab Wawan menjawab pertanyaan wartawan.

    Ditegaskan Wawan para penambang diduga Illegal itu diduga melanggar 158 Jo Pasal 37 Jo Psl 40 (3) Psl 48, UU RI No.4/2009 ttg Pertambangan Mineral dan Batu Bara pasal 55, jo 56 KUHP".

    Adapun langkah -langkah diambil Gakkum Polair Polda Riau meminta keterangan saksi sebanyak 10 (Sepuluh) Saksi , 8 (Delapan) tersangka, mengamankan barang bukti pemeriksaan ahli pertambangan dari Dinas ESDM serta Riksa ahli Pidana tentanh pertanggung jawaban pidana oleh Koorporasi.

    Menurut kepolisian setempat mereka yang telah ditetapkan jadi tersangka yakni, dari pihak perusahaan PTm RMJ RUPAT MAKMUR JAYA (RMJ) Awi ( Direktu Utama ) dan ASIONG selaku ( Dirut Personalia.

    Kemudian, dari pihak pembeli
    yakni Ahmad Alri selaku Nahkoda KM.Rafida Jaya, Zekkeri Selaku Nahkoda KM. AMINOR JAYA. Dan dari pihak Kapal Penyedot Pasir
    Basir selaku koordinator Kapal penyedot.

    Dan juga, Adi Maulana Selaku Nahkoda Kapal Penyedot Pasir Tanpa Nama, Candra Gunawan Selaku Nahkoda Kapal Penyedot Pasir Tanpa Nama dan Akhirudin selaku Nahkoda Kapal Penyedot Pasir Tanpa Nama.

    Dan berikut barang bukti yang diamankan petugas, 1 Unit KM. AMINOR JAYA GT.32 berisi Pasir, 1 Unit KM. RAFIDA JAYA GT.25 berisi Pasir, 3 Unit Kapal Penyedot Pasir Tanpa Nama (KM. TANPA NAMA), 1 Rangkap Profil Perusahaan, 1 Rangkap Surat Izin pertambangan khusus Pengangkutan dan Penjualan Pasir PT. RMJ yang dikeluarkan oleh Kementrian.

    Kemudian, 2 Lembar Nota Pembelian Pasir yang dikeluarkan oleh PT. RMJ dan juga banyak Surat surat lainnya yang berkaitan dengan proses penyelidikan terkait masalah tersebut. 

    Sementara saksi sebanyak 8 orang diantaranya :
    - jeri sinaga ( saksi penangkap ).
    - Julian sahata ( saksi penangkap ).
    - Ayak divisi pemasaran.
    - Rudi ( pemilik kapal amino ).
    - M zaidi ( abk kapal penyedot ).
    - Janrijal ( abk kapal penyedot ).
    - Andi darwis ( abk kapal pembeli ).
    - Edi hutabarat ( pemilik kapal penyedot )
    - Ahmad maliki ( abk kapal rafita jaya ).
    - Gunawan ( abk kapal haerudin ).

    Berdasarkan informasi diterima dari Gakkum Polair Polda Riau , Peningkatan status tersangka sejak hari jumat tanggal 26 Juli dan Pemeriksaan tersangka 30 dan 31 juli 2019. Hal ini berdasarkan konfirmasi via Whatsapp oleh AKBP wawan Setiawan. ** Ari

    Redaktur : Toni Chaniago



     
    Berita Lainnya :
  • Penambang Diduga Ileggal Pulau Rupat PT RMJ Aciong Cs Belum Ditahan, Inilah Alasan Polair Polda Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2019 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved