Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Aktivis Sumsel Bersatu Pinta Kejati Sumsel Tidak Pandang Bulu Dalam Penegakan Hukum
Jumat, 08 November 2019 - 20:38:48 WIB
TERKAIT:
 
  • Aktivis Sumsel Bersatu Pinta Kejati Sumsel Tidak Pandang Bulu Dalam Penegakan Hukum
  •  

    SUARAaktual.co | Banyuasin - Puluhan massa yang tergabung dari Aktivis Sumsel Bersatu (ASB) kembali melakukan aksi unjuk rasa di Kejati Sumatera Selatan, aksi digelar untuk memberikan berkas bukti-bukti dugaan korupsi di Kab.Murata dan meminta Kejati agar menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan benar-benar menegakan supremasi hukum.

    Dalam orasinya koordinator aksi M Fitriansyah, mengatakan kasus-kasus korupsi yang berada ditangan Kejari Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terkait persoalan yang ada di Kabupaten Muratara tidak berjalan sebagaimana mestinya padahal telah banyak kasus-kasus indikasi Korupsi Kolusi & Nepotisme (KKN) yang telah diadukan kawan-kawan aktivis dan LSM," ujar Mpit sapaan Akrab M Fitriansyah saat ditemui di Kejati Sumsel.

    “Kejati Sumsel harus ambil alih kasus di Kejari Mura, atas kasus di Muratara,” tegasnya, Jumat (8/11/2019).

    Ditempat yang sama, Kordintor lapangan, Partogi Sitinjak dalam orasinya menyampaikan, mengenai penindakan pengusutan tuntas laporan masyarakat secara langsung ke Kejati sesuai dengan undang-undang Tipikor no 31 tahun 1999 pasal 41 jadi laporan yang diajukan memang merupakan hak partisipasi rakyat," ujarnya saat orasi di Kejati Sumsel.

    "Untuk menyatakan adanya indikasi yang harus diusut tuntas artinya dalam waktu 30 hari, ASB mempunyai HAK Untuk mempertanyakan kembali apa yang dilaporkan itu sudah ditindaklanjuti atau belum, kalau belum maka ASB terus-terusan akan mempertanyakan hal tersebut mungkin Sampai ke Kejagung," terangnya.

    Dilanjutkan Syaiful sebagai Koordinator Lapangan mengatakan Kejari Kabupaten Musi Rawas dalam pelaksanaan penegakan supremasi hukum sangat lamban dan tidak menjalankan amanat Undang-undang, padahal sudah banyak kasus yang telah diadukan seperti Pembangunan Irigasi, Pembangunan Gapura di Kabupaten Mura. “Operasi Tangkap Tangan yang lalu juga tidak ada pengembangan lebih lanjut,” ungkapnya.

    Setelah menyampaikan orasi, perwakilan pengunjuk rasa Johanes Firano membacakan isi tuntutan sebagai berikut :

    1. Mendesak Kajati Sumsel segera mengambil Alih pengaduan persoalan laporan LSM tentang indikasi Korupsi Bupati Kabupaten Muratara yang berada di Kajari Musi Rawas.

    2. Segera memanggil dan memeriksa Bupati Kabupaten Muratara.

    3. Untuk segera memutasi jabatan Kajari kabupaten Musi Rawas yang terlalu lamban dalam mengungkap kasus indikasi korupsi Bupati Kabupaten Muratara.

    4. Memanggil dan memeriksa indikasi Nepotisme Kerabat Bupati kabupaten Muratara atas indikasi korupsi proyek Irigasi dan Tugu Gapura.

    Dalam penutupnya Johanes Firano meminta agar Kejati Sumsel untuk segera mengambil alih dan segera memanggil Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

    Sementara itu, Kejati Sumsel melalui staf nya selaku Kasubsi Humas Aidil Habibi mengatakan sangat mengaspirasi orasi yang di sampaikan oleh ASB dan pihaknya langsung Menerima penyerahan berkas indikasi bukti-bukti kasus korupsi di Kabupaten Muratara," tandasnya.**Ahmad



     
    Berita Lainnya :
  • Aktivis Sumsel Bersatu Pinta Kejati Sumsel Tidak Pandang Bulu Dalam Penegakan Hukum
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2019 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved