Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Musrenbang Perubahan RPJMD Kabupaten Siak Menyesuaikan Kebijakan Nasional
Selasa, 18 Juni 2019 - 14:34:54 WIB

TERKAIT:
 
  • Musrenbang Perubahan RPJMD Kabupaten Siak Menyesuaikan Kebijakan Nasional
  •  

    SUARAaktual.co | Siak - Bupati Siak Alfedri membuka secara resmi
    pelaksanaan Musrenbang Perubahan RPJMD Kabupaten Siak Tahun 2016-2021 di
    Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten
    Siak, Senin pagi (17/6/19). Dalam arahannya, Alfedri menyebut seiring
    terjadinya perubahan kebijakan nasional misalnya dengan diterbitkannya
    Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, turut mempengaruhi Rencana Pembangunan
    Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Siak Tahun 2016-2021 yang
    sebelumnya telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun
    2016.

    Tak hanya itu, Menurut Alfedri hal lain yang mendasari
    perlunya dilaksanakan perubahan RPJMD adalah penyesuaian struktur
    Organisasi Perangkat Daerah sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 23
    Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 18
    Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.



    “Khususnya
    pada RSUD Tengku Rafi’an yang sebelumnya merupakan Perangkat Daerah
    berubah menjadi UPTD pada Dinas Kesehatan, dan rencana penggabungan
    Sekretariat KORPRI ke BKPSDM. Karena perubahan struktur organisasi
    tersebut, dokumen RPJMD yang telah ditetapkan juga harus dilakukan
    perubahan dengan tetap mengikuti kaidah peraturan perundang-undangan
    yang berlaku” sebutnya.

    Dikatakannya, Musrenbang Perubahan RPJMD
    merupakan suatu tuntutan dalam pelaksanaan Otonomi Daerah sesuai Amanah
    UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan UU Nomor 25 Tahun
    2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.


    “Saat
    ini Pemerintah Kabupaten Siak sedang melakukan penyesuaian dalam
    Perubahan RPJMD Kabupaten Siak Tahun 2016-2021, Pemkab Siak berkomitmen
    untuk mewujudkan dokumen perencanaan yang transparan, akuntabel, terarah
    dan tanggap terhadap perubahan” jelas pemimpin Negeri Istana itu.

    Untuk
    itu Musrenbang RPJMD yang dilakukan tersebut kata dia bertujuan untuk
    penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan terhadap tujuan,
    sasaran, indikator tujuan/sasaran, strategi, arah kebijakan dan program
    pembangunan daerah yang telah dirumuskan dalam rancangan awal RPJMD.


    “Dalam
    rangka pencapaian Visi Misi Kepala Daerah, perlu dilakukan penajaman
    dan penyelarasan terhadap tujuan, sasaran dan indikator kinerja daerah
    serta target capaian setiap tahunnya. Langkah selanjutnya yang perlu
    dilakukan adalah pengurangan jumlah program dimana sebelum perubahan
    terdapat 184 program akan dirubah menjadi 174 program untuk efisiensi
    dan efektifitas  pemanfaatan sumber daya yang kita miliki” kata Alfedri.


    Berdasarkan
    Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
    Pembangunan Nasional, dinyatakan bahwa RPJMD merupakan penjabaran dari
    Visi, Misi dan program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada
    RPJPD dengan  memperhatikan RPJM Nasional maupun RPJM Provinsi serta
    memuat strategi pembangunan daerah, arah kebijakan, program pembangunan
    daerah, program  Perangkat Daerah, kerangka pendanaan pembangunan yang
    bersifat indikatif serta kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

    Agar
    perubahan RPJMD Kabupaten Siak Tahun 2016-2021 terlaksana dengan baik,
    Alfedri dalam kesempatan itu menghimbau jajarannya untuk memperhatikan
    beberapa poin arahan, diantaranya mempedomani Peraturan Menteri Dalam
    Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian
    Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan
    Daerah tentang RPJPD dan RPJMD, serta Tata Cara Perubahannya.


    “Kompilasikan 
    data  perencanaan  dengan  baik  dan berdasarkan aspek geografi dan
    demografi, aspek kesejahteraan, aspek pelayanan umum, dan aspek daya
    saing daerah. Misalnya dengan menelaah RTRW dan RTRW kabupaten/kota
    tetangga serta memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan
    dalam penelaahan rencana pola ruang. Analisis   pengelolaan keuangan dan
    kerangka pendanaan untuk memperoleh gambaran kapasitas pendapatan
    kedepan dan isu strategis dengan tepat” pintanya.

    Namun
    demikian, ia juga meminta perumusan penjelasan Visi Misi perlu terus
    dikembangkan sesuai dengan prinsip pembangunan daerah agar tujuan dan
    sasaran pembangunan dapat dijabarkan secara efektif, serta mensinergikan
    dengan kebijakan perencanaan provinsi maupun pusat.


    “Penyusunan
    RPJMD harus dapat memberikan gambaran secara jelas Visi, Misi, tujuan,
    sasaran strategi serta arah kebijakan pembangunan yang telah kami
    janjikan kepada masyarakat. Titik kritis dalam penyusunan RPJMD ini
    adalah bagaimana mendorong terbangunnya keserasian terkait proses,
    konteks, dan kontent dalam penyusunan dokumen perencanaan tersebut.

    Terkait
    Perubahan RPJMD Tahun 2016-2021, Alfedri juga menyebut hal penting dan
    strategis dalam upaya mewujudkan Visi Kabupaten Siak Tahun 2005-2025
    dalam RPJPD yaitu spirit menjadikan Kabupaten Siak sebagai Pusat Budaya
    Melayu di Indonesia yang maju dan sejahtera Tahun 2025. Untuk mencapai
    Visi yang dimaksud, setiap Perangkat Daerah diminta dapat menterjemahkan
    kedalam program pembangunan pada dokumen RPJMD dan Renstra Perangkat
    Daerah Tahun 2016-2021.