Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Polres Diminta Mempercepat Proses Lidik Dugaan Korupsi Anggota DPRD Inhu
Jumat, 08 November 2019 - 10:51:58 WIB
TERKAIT:
 
  • Polres Diminta Mempercepat Proses Lidik Dugaan Korupsi Anggota DPRD Inhu
  •  

    SUARAAKTUAL.CO | INHU - Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu (Inhu) Riau diminta untuk mempercepat proses penyelidikan kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPSD) fiktif dan pemotongan SPPD yang melibatakan anggota DPRD Inhu, yang merugikan uang negara Rp 45 miliar.

    "Tak terasa waktu terus bergulir, dari menit ke jam, dari jam ke hari, dari hari ke minggu, dari minggu ke bulan. Dan tak terasa pula sudah hampir 4 bulan berjalan kasus dugaan korupsi SPPD fiktif dan pemotongan SPPD sejumlah
    anggota DPRD Inhu ditangani oleh Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Inhu,

    "Namun hingga kini belum ada tanda-tanda anggota dewan maupun pegawai Sekwan Inhu yang terlibat ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi tersebut, " kata Jumadi dan Roni akvitis LSM Topan RI.

    Pihaknya berharap Kapolres Inhu dan jajaran dapat berkerja secara profesional dan proporsional sekalipun bersentuhan dengan tokoh-tokoh politik
    Karena tidak menututup kemungkinan para tokoh politik yang tersandung hukum akan menggunakan berbagai trik untuk membela diri.

    Di jelaskannya, terbongkarnya kasus dugaan korupsi sebesar Rp 45 Miliar itu atas laporan masyarakat ke Polres Inhu beberapa bulan lalu.

    Uang sebanyak Rp 45 miliar itu diduga digunakan untuk pembuatan SPJ reses per anggota dewan yang kemudian dipotong Rp 800 ribu dari Rp 30 juta setiap kali reses. Sementara untuk SPPD perorang diduga dipotong 10 persen ditambah uang administrasi Rp50 ribu.

    Selain kasus SPPD fiktif, ada juga dugaan korupsi lain di DPRD Inhu; korupsi atas temuan kerugian negara oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) sebesar Rp1,7 miliar yang ditangani Kejaksaan Negeri Inhu.

    "Dalam laporan BPK itu, kerugian negara mengenai kelebihan bayar tunjangan transportasi sebesar Rp 542.955.017, kelebihan bayar hak keuangan anggota DPRD sebesar Rp1.173.907.776 serta Rp 235.444.034 atas kerusakan mobil salah satu anggota DPRD Inhu."pungkas Roni.

    Sementara itu, Kapolres Inhu AKBP Efrizal dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, mengatakan kadus ini masih berjalan dan tahap proses lidik."**HR



     
    Berita Lainnya :
  • Polres Diminta Mempercepat Proses Lidik Dugaan Korupsi Anggota DPRD Inhu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2019 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved