Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Perampok Toko Emas Permata di Balaraja Ternyata Warga Negara Malaysia
Kamis, 11 Juli 2019 - 20:02:40 WIB
TERKAIT:
 
  • Perampok Toko Emas Permata di Balaraja Ternyata Warga Negara Malaysia
  •  

    SUARAAKTUAL.CO | BANTEN - Pada hari Sabtu 15 Juni 2019 sekitar pukul 09.19 WIB telah terjadi peristiwa tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Toko Emas Permata, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.

    Saat peristiwa terjadi, toko sedang melayani pelanggan. Kemudian datang 2 orang pria dengan mengendarai mobil. Kedua pria itu mengenakan masker, topi, dan menenteng senjata tajam samurai.

    Salah satu pelaku juga diketahui membawa senjata laras pendek. Namun, belum dapat dipastikan senjata yang dibawa asli atau hanya imitasi/replika.

    Para pelaku langsung melompat ke etalase toko emas dan dengan cepat mengambil 7 nampan emas. Usai itu, para pelaku langsung melarikan diri. Mobil pelaku sempat dilempari batu oleh warga sekitar dan saksi sehingga menyebabkan kaca belakang mobil jenis avanza warna putih yang dikendarai para pelaku itu pecah.

    Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan para saksi, aparat kemudian mengumpulkan berbagai keterangan dan informasi, menerapkan metode information on corpus delicti yakni pemeriksaan baik TKP maupun barang bukti yang dapat menjelaskan dan membuktikan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana.

    Diketahui, sehari sebelum para pelaku merampok toko emas atau hari Jumat, 14 Juni 2019 sekitar pukul 17.55 WIB, para pelaku juga merampok SPBU di Kampung Gelebeg, Kecamatan Balaraja.

    Dengan mobil yang sama para pelaku berlagak akan mengisi bahan bakar. Namun, para pelaku langsung keluar dari mobil kemudian menghampiri Ferri Abdullah, karyawan SPBU. Salah satu pelaku lalu menodongkan benda berbentuk senjata api kemudian mengambil paksa tas pinggang yang dikenakan korban. Di dalam tas itu berisi uang sebesar Rp. 4.693.000. Setelah itu, para pelaku melarikan diri dengan mobil ke arah Tol Merak.

    Di Kota Serang, para pelaku kemudian mengganti plat kendaraan dengan plat nomor palsu yakni T 1721. Para pelaku teridentifikasi sempat menginap di salah satu hotel di daerah Serang, Banten. Sabtu dini hari, sekitar pukul 01.20 WIB, salah satu pelaku sempat melakukan isi ulang E-Toll di salah satu minimarket di Kota Serang. Dan pada pagi harinya, para pelaku merampok Toko Emas Permata, Balaraja.

    Hasil penyelidikan, mobil Avanza warna putih itu merupakan kendaraan milik sebuah rental mobil di Kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Berdasarkan keterangan pemilik rental, mobil itu disewa oleh 2 orang pada tanggal 13-15 Juni 2019. Adapun penyewa kendaraan adalah MNFR dan MNI.

    Dari serangkaian penelusuran, kedua penyewa kendaraan merupakan warga negara asing (WNA) dari Malaysia. MNFR merupakan pria kelahiran Selangor, Malaysia, 12 Desember 1993. Sedangkan MNI adalah pria kelahiran Kuala Lumpur, Malaysia pada 22 Mei 1995.

    Kedua pria itu termonitor memasuki Indonesia pada tanggal 13 Juni 2019 dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur ke Bandar Udara Internasional Soekarno- Hatta. Pada tanggal 15 Juni 2019 sekitar pukul 18.30 WIB, kedua pria itu tercatat kembali ke Malaysia dengan rute penerbangan yang sama.

    Tanggal 2 Juli 2019, Polri berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM). Koordinasi membuahkan hasil. Polisi Indonesia diperkenankan memeriksa kedua pria itu oleh PDRM.

    Kamis, 4 Juli 2019 sekitar pukul 13.40 WIB Tim Polresta Tangerang dan Kriminal Umum Polda Banten yang dipimpin Kasat Reskrim Polresta Tangerang AKP Gogo Galesung bertolak ke Kuala lumpur Malaysia.

    Hasil interogasi kepada MNFR dan MNI, keduanya mengakui telah melakukan pencurian dengan kekerasan di SPBU Balaraja dan di Toko Emas Permata Balaraja. Selain pengakuan, juga mencocokan barang bukti, keterangan saksi, dan profil keduanya.

    Salah satu tersangka yakni MNI merupakan residivis kasus perampokan di Malaysia. MNI pernah ditahan PDRM karena kasus perampokan toko emas di Kuala Lumpur, Malaysia. Dia kemudian menjalani hukuman penjara dan bebas pada 3 Juni 2019.

    Sedangkan MNFR berasal dari keluarga berkecukupan. Namun, dia memiliki keinginan untuk memiliki uang dari hasil kerja atau keringatnya sendiri. Dia pun kemudian meminta restu kepada orang tuanya untuk bekerja ke Jepang. Orang tua MNFR mengizinkan dan bahkan memberinya biaya sekitar 10.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp30 juta.

    Saat ditanya kenapa memilih Indonesia sebagai sasaran aksi, MNFR menyatakan bahwa dirinya memiliki hobi travelling. Ia juga sebelumnya pernah ke Indonesia pada tahun 2013 dan tahun 2015. Saat itu, tujuan MNFR ke Indonesia adalah berlibur usai bekerja di Selandia Baru. Sedangkan MNI baru pertama kali ke Indonesia.

    MNFR mengaku tidak memiliki alasan spesifik kenapa beraksi di Indonesia. Dia hanya mengatakan hobi berjalan-jalan. Adapun motifnya, karena ingin menambah biaya perjalanan ke Jepang.

    Kedua tersangka mengaku tidak memiliki guide atau pemandu di Indonesia. Mereka mengaku dapat mengetahui lokasi dengan mempelajarinya melalui aplikasi Waze dan aplikasi Google Street View. Dengan dua aplikasi itu, para pelaku mengaku dapat memonitor lokasi strategis termasuk menentukan target perampokan.**/ycy



     
    Berita Lainnya :
  • Perampok Toko Emas Permata di Balaraja Ternyata Warga Negara Malaysia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2019 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved