Pilihan Editor ⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial ⋅ Foto Peristiwa ⋅ Popular
   
 
Laporan Dugaan Korupsi Dana ADD Desa Lubuk Siam, Didiamkan Kejari Bangkinang
Selasa, 11 Juni 2019 - 21:59:27 WIB
TERKAIT:
 
  • Laporan Dugaan Korupsi Dana ADD Desa Lubuk Siam, Didiamkan Kejari Bangkinang
  •  

    SUARAAktual.CO | KAMPAR - Ketua DPW LSM Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (Tamperak) Provinsi Riau, Heri Antoni C, mengkritisi dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa (ADD) yang dilakukan oleh Kepala Desa Lubuk Siam, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Pasalnya, Kasi Intel Kejari Bangkinang yang dihubunginya tak memberikan jawaban.

    "Kita pertanyakan perkembangan laporan yang kami masukan ke Kejati Riau dan dilimpahkan ke Kejari Bangkinang. Tapi sayang hingga saat ini belum ada titik terang. Kejari terkesan diam," kata Heri.

    Dikatakan Heri Antoni, beberapa bulan yang lalu dirinya mempertanyakan perkembangan laporan dugaan penyalahgunaan dana desa Lubuk Siam tersebut. Saat itu, dirinya dihadapkan dengan Kasi Intel Agung.

    Agung pun berjanji akan melakukan penyelidikan. Nyatanya, sudah sekian bulan Heri Antoni kembali mempertanyakan sampai dimana penyelidikan perkembangan laporan dugaan penyalahgunaan dana desa tersebut, tetap tak ada jawaban.

    Terkait dengan hal ini Heri Antoni kemudian mengirim pesan kepada Kejari Bangkinang melalui pesan Whatsapp Kasi Intel Agung. " Ijin pak saya Tony Chaniago ketua LSM Tamperak mau tanya pengembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi DD Desa Lubuk Siam..maaf mengganggu pak..selamat menjalankan ibadah puasa..🙏🙏🙏" tulis Heri Antoni.

    Pesan ini dikirim pada tanggal 23 Mei 2019 sekira pukul 11.23 Wib. Namun hingga saat ini Kasi Intel diam meski pesan itu sudah dibacanya. Dan tepatnya tanggal 11 Juni 2019 sekira pukul 09.32 Heri Antoni kembali mengirimkan pesan melalui whatsapp, akan tetapi hingga berita ini dirilis Agung selaku Kasi Intel tidak menjawab pesan itu dan tetap memilih bungkam.

    "Aneh saja, kenapa pesan kami selaku LSM Tamperak tidak ditindaklanjuti. Kenapa kami tidak bisa mempertanyakan perkembangan khasus dugaan korupsi. Dengan sikap seperti ini jangan sampai hilang kepercayaan kami masyarakat  kepada penegak hukum," tegas Heri Antoni.

    Sebagai mana diketahui Kepala Desa Lubuk Siam dilaporkan oleh LSM Tamperak dalam perkara dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa. Diantaranya adalah pembangunan sejumlah proyek pakai dana desa, seperti semenisasi yang diduga tidak sesuai bestek (terlihat rapuh), kemudian pembangunan Taman Kanak-kanak (TK), pembangunan Posyandu.

    Kemudian Kepala Desa Lubuk Siam juga terkesan memonopoli segala bantuan yang masuk ke desa tersebut. Diantaranya bantuan sapi, dimana yang mendapat dalam kelompok itu adalah orang-orang terdekat dan orang mampu.

    Diantara mereka yang diberikan bantuan adalah sebagian ninik mamak, Kadus, bahkan hingga ketua LPM atau BPD desa tersebut. Terkait dengan hal ini, Heri Antoni pun pernah membuat laporan tertulis untuk Kejari Bangkinang kembali supaya melakukan audit di Desa Lubuk Siam.

    "Kita menduga banyak pelanggaran dalam penggunaan uang negara, maka itu kita minta di audit secara serius. Sebab Kades yang pernah dimintai RAB oleh Tim LSM Tamperak berusaha berkilah dengan alasan bahwa RAB ini adalah rahasia negara," kata Heri Antoni lagi.

    Selain itu, kata Heri Antoni, pihaknya juga mendapatkan informasi dari beberapa narasumber bahwa aparat desa melakukan pemotongan Rp3 juta bagi penerima program rumah layak huni.

    "Kalau laporan kami ini tidak ditinjaklanjuti, akan kita bawa dalam rapat DPW LSM Tamperak dan akan kita lapor ke tingkat yang lebih tinghi," katanya.**/tim


     



     
    Berita Lainnya :
  • Laporan Dugaan Korupsi Dana ADD Desa Lubuk Siam, Didiamkan Kejari Bangkinang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2019 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved