Pilihan Editor Galeri Foto AdvertorialPopular
   
 
Meski Tidak Ada Korban Jiwa, Dampak Banjir Konawe Utara 4.585 Jiwa Mengungsi ke Dataran Tinggi
Senin, 10 Juni 2019 - 17:00:38 WIB
Pemukiman masyarakat yang terendam banjir di Konawe Utara. Tidak ada korban jiwa,akan tetapi ribuan warga mengungsi. Ternak,sawah dan juga rumah warga hingga kini belum tahu nasibnya (ist)
TERKAIT:
 
  • Meski Tidak Ada Korban Jiwa, Dampak Banjir Konawe Utara 4.585 Jiwa Mengungsi ke Dataran Tinggi
  •  

    SUARAAktual.CO | Kendari  - Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara menyebutkan, warga yang mengungsi akibat banjir yang melanda daerah itu sejak 2 Juni 2019 sudah mencapai 4.585 orang.

    Kabid Kedaruratan BPBD Konawe Utara, Djasmiddin dari Wanggudu, Senin melaporkan jumlah jiwa yang mengungsi itu berasal dari 1.340 kepala keluarga (KK).

    "Sampai saat ini tidak ada korban jiwa dari dampab banjir tersebut," tegasnya dikutip dari laman antaranews.com.

    Disebutkan, dampak lain dari banjir tersebut adalah rumah rusak atau hanyut akibat terjangan banjir sebanyak 177 unit.

    "Kemudian 1.163 unit rumah warga terendam dan 5 masjid juga ikut terendam," tuturnya.

    Selain itu katanya, tiga jembatan penghubung tak bisa diakses karena terendam banjir.

    "Tiga pasar terendam banjir, termasuk 5 unit Sekolah Dasar (SD) dan 2 unit Sekolah Menengah Pertama tidak dapat diakses," jelasnya.

    BPBD Konawe Utara juga menyebutkan bahwa titik lokasi banjir di daerah itu terus meluas hingga saat ini mencapai 13 desa.

    Dikatakan, 13 titik yang terendam banjir yakni di Desa Tambakua, Langgiwo, Polora Indah, Sabandete, Mopute, Longeo, Tapuwatu, Walalindu, Alawanggudu, Puuwanggudu, Labungga, Laronanga dan Kelurahan Lino Moio.

    Ke-13 desa tersebut berada di Kecamatan Langgikima, Asera, Oheo, Landawe, Wiwirano, dan Andowia.

    Banjir itu akibat hujan yang turun dengan intensitas tinggi sehingga 3 sungai meluap yakni Sungai Lalindu, Wadolo dan Wadambali.

    Sementara itu dari Kabupaten Kolaka Timur dilaporkan sebanyak 879 hektare sawah siap panen di beberapa wilayah tersebut terendam banjir akibat curah hujan tinggi selama sepekan.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kolaka Timur, Lazky Paemba, mengatakan dari luasan ini belum bisa dikategorikan gagal panen karena masih melihat perkembangan genangan air.

    Karena di wilayah Kecamatan Mowewe dan Loea, kata dia, saat ini kondisi genangan air sudah mulai surut sehingga memungkinkan bisa untuk segera dipanen agar masyarakat tidak terlalu rugi.

    "Kita masih mempelajari dalam dua hari ini karena sudah ada beberapa wilayah yang sudah mulai surut," ujarnya.

    Kecamatan Loea sebagai salah satu penghasil beras di wilayah Kolaka Timur, areal sawah yang tergenang banjir 370 bektare kemudian di Kecamatan Ladongi mencapai 200 hektare lebih.

    Dinas Tanaman Pangan Koltim, kata dia, sementara melakukan pendataan dan mempelajari lahan-lahan yang terendam dan kemungkinan akan gagal panen akan segera dilaporkan ke balai tanaman pangan.

    "Kalau memang gagal panen maka akan segera dilaporkan secara berjenjang sehingga petani kita nanti bisa diberi bantuan bibit untuk musim tanam berikutnya," sebut Lazky.

    "Kita berharap dan berdoa agar bencana banjir ini bisa segera berlalu sehingga warga masyarakat bisa kembali hidup normal," pungkas mantan Kadis Pertambangan Kolaka Timur itu.** Toni



     
    Berita Lainnya :
  • Meski Tidak Ada Korban Jiwa, Dampak Banjir Konawe Utara 4.585 Jiwa Mengungsi ke Dataran Tinggi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2019 SUARAAKTUAL.CO, all rights reserved